Forum Pemerhati Korupsi Bener Meriah Desak  Aparat Penegak Hukum Menuntaskan Kasus Korupsi

0

REDELONG : Terkait masih banyaknya kasus yang belum tuntas di Kabupaten Bener Meriah, Forum Pemerhati Korupsi yang terdiri dari LSM HIS, Redelong Institut, Gema-BM, Bener Meriah Institut, Cempege Institut, Forum Komunitas Pemuda/Pemudi Bener Meriah mendorong aparat penegak hukum menuntaskan  kasus tersebut agar ada kepastian hukumnya. Hal tersebut disampaikan Fachruddin , SH dalam konferensi pers Minggu (12/2) di Cuala Cafe Simpang Tiga.

Fachruddin, menyikapi situasi politik Serta adanya oknum-oknum yang memanfaatkan isu korupsi yang dikait-kaitkan dengan politik, kami mendorong aparat penegak hukum untuk segera mengclirkan ( Menuntaskan) kasus-kasus di Kabupaten Bener Meriah ini, agar permasalahan   korupsi  tidak lagi dikait-kaitkan dengan isu politik yang dapat merugikan salah satu paslon, terlebih tidak berdasarkan data hukum hanya data politik  yang sifatnya spekulasi, untuk itu kami mengharapkan adanya penuntasan yang serius dari aparatur penegak hukum dalam rangka Menindaklanjuti adanya indikasi indikasi korupsi di Bener Meriah. Pinta Fachruddin.

Kami berharap kepada aparat penegak hukum, Seperti kasus Tembakau, pengadaan antraktan yang sudah ditangani Polda Aceh, Kasus ternak pengadaan bibit sapi, kasus rumah duafa, kasus percetakan Sawah Baru, kasus, rebol, kasus Uang KIP, kasus dana masjid, dan kasus pembelian tanah negara dibeli negara ( untuk pusat pasar di Kampung Bale Atu) segera dituntaskan agar ada kepastian hukumnya, dan kami berharap penyelesaian kasus tersebut tidak tebang pilih siapun yang terlibat harus menanggung konsekuensi perbuatannya. Pinta Fachruddin.

Hal senada juga disampaikan Amri Hamdani, segala tindak pidana korupsi yang telah menimbulkan kerugian negara didaerah ini harus ditindak tegas, untuk itu kami meminta kepada aparat penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan menyelesaikan kasus tersebut.

Seperti kasus Tembakau lanjut Fachruddin, LSM Gema-BM punya data berdasarkan fakta dan investigasi pada saat kami turun kelapangan. Kita menemukan 700 juta nilai dugaan  kerugian negara akibat tidak sesuainya spek dan fiktip, data yang kita dapatkan berupa bantuan kepada kelompok tani tembakau sebanyak tiga kelompok. 

Banyak kasus yang  sampai sekarang ini belum ada kepastian hukumnya, untuk itu kami atas nama Forum Pemerhati Korupsi Bener Meriah mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya tanpa pandang bulu, karena kami menduga dari beberapa kasus tersebut telah banyak menimbulkan kerugian negara. Ujar Fakhrudin.” Seperti kasus bantuan lembu/sapi ( program agribisnis), dari penelusuran LSM Gema-BM  dilapangan  mengumpulkan beberapa data yang menunjukan adanya indikasi korupsi dalam pengadaan barang (Sapi Bali), dugaan kami itu dikuatkan dengan kelompok Tani penerima bantuan sapi tidak tercantum dalam SK Bupati Bener Meriah.

Sementara itu Plt Bupati Bener Meriah Drs Rusli M Saleh saat dikonfirmasi mengatakan, atas nama pemerintah daerah kami sanggat mendukung langkah penegak hukum untuk menyelesaikan semua permasalahan. ( Gona)

Komentar Anda
SHARE