Firmandez: Pusat Diharapkan Bangun Infrastruktur di Bener Meriah

REDELONG: Pemerintah pusat diharapkan membangun berbagai infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah, setelah 14 tahun dimekarkan dari Kabupaten induk Aceh Tengah.

“Masyarakat Bener Meriah berharap pemerintah membangun berbagai infrastruktur di sana, seperti peningkatan jalan, pembangunan jembatan dan berbagai infrastruktur lainnya,” jelas anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H Firmandez, Sabtu (12/1/2018) ketika kunjungan kerja bersama anggota Komisi V DPR RI di Bener Meriah.

H Firmadez mengungkapkan, dataran tinggi Gayo, termasuk di dalamnya Bener Meriah dan Aceh Tengah, memiliki sejumlah potensi yang bisa dikembangkan untuk kemajuan daerah, namum daerah tersebut masih sangat minim infrastruktur.

“Kunjungan Kerja Spesifik ke Bener Meriah juga merupakan upaya kita untuk memperlihatkan kepada rekan-rekan di DPR khususnya Komisi V yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan, serta mitra-mitra Komisi V agar mereka bisa melihat langsung ke lapangan. Tujuanya tentu agar adanya anggaran APBN yang lebih ke Bener Meriah untuk pembangunannya,”kata H Firmandez.

Ia berharap beberapa ruas jalan provinsi di Bener Meriah ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional.“Jalan eks PT KKA yang melintasi kawasan Lhokseumawe dan Bener Meriah statusnya memang masih jalan provinsi. Kami sangat mendukung agar ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional, dengan demikian nanti bebannya akan ditangung APBN, jadi akan sangat membantu daerah,” jelas H Firmandez.

Bukan hanya itu, berdasarkan tinjauan Komisi V ke lapangan, masih banyak ruas jalan di Bener Meriah yang sempit, seperti di kawasan Teritit.

“Peningkatan status beberapa ruas jalan di Kabupaten Bener Meriah
yang juga dikenal sebagai kampung kedua presiden Joko Widodo memang sudah menjadi kebutuhan, karena jalan merupakan infrastruktur kunci untuk peningkatan ekonomi daerah. Dengan bagusnya jalan tentu mobilitas barang dan jasa dari dan ke Bener Meriah akan lancar. Dampaknya tentu ekonomi daerah akan tumbuh. Kami akan sampaikan ini nanti ke Kementerian,” lanjut H Firmandez.

Hal yang sama disampaikan anggota Komisi V Lainnya, Rendy M Affandy Lamadjibo. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kondisi jalan nasional dan jalan provinsi di Bener Meriah sangat memprihatinkan.

“Kami akan bicarakan ini nantinya dengan Pemerintah melalui Menteri PUPR, infrastruktur di Bener Meriah harus ditingkatkan, terutama jalan. Tahun 2019 harus ada perubahan, kita cari solusi dengan pemerintah bagaimana menanggulanginya,” kata Rendy.

Tim Komisi V DPR RI yang melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Bener Meriah dan Bireuen terdiri dari: H Firmandez (Golkar) Sigit Susiantomo (PKS), Rendy M Affandy Lamadjibo (PDI-P), Saniatul Lativa (Partai Golkar), Daniel Mutaqien Syafiuddin (Partai Golkar), Ade Rezki Pratama (Gerindra), Subarna (Gerindra), Hartanto Edhie Wibowo (Partai Demokrat), Rooslynda Marpaung (Partai Demokrat), Nurhayati (PPP), dan Lalu Gede Syamsul Mujahidin (Hanura).

Sementara dari mitra kerja Komisi V hadir pejabat dari Kementerian PUPR direktur jalan bebas hambatan perkantoran dan fasilitas jalan daerah Sugiyartanto, Kepala Balai Belaksana Jalan Nasional 1 Banda Aceh Fathurrahman, Ditjen Sumber Daya Air Muchammad Mazid, Direktur Irigasi dan Rawa, Kepala Balai Wilayah Sungai 1 T Maksal Saputra.

Sedangkan dari Kementrian Perhubungan, perhubungan udara kepala otoritas wilayah dua Medan, serta beberapa kasubdit dari perhubungan udara. Kemudian dari Dirjen perhubungan darat, Ahmad Yani Dir pembinaan keselamatan, perhubungan laut, serta kepala otoritas pelabuhan Belawan Haria Wibowo. Ada juga Kementerian Desa, Eko Harianto Dirjen Kawasan Pembangunan Desa dan Muliadi Malik. Serta dari Basarnas, Sunarto dan BMKG Agus.(KG/TA)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!