Ada Dugaan Pungli di SMP 1 Pintu Rime Gayo Bener Meriah

REDELONG : Sejumlah Wali Murid SMPN I Pintu Rime Gayo Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, mengeluh akibat besarnya kutipan yang dilakukan oleh komite dan pihak sokalah untuk pengayaan sebesar Rp 350.000 persiswa untuk kelas 3.

“Persiswanya dikutip Rp 350.000 katanya untuk biaya ujian, sebelumnya, pihak komite dan sekolah juga mematok jumlah sebesar, Rp 450.000 namun, setelah terjadi negosisi akhirnya setiap siswa wajib menyetorkan uang sebesar, Rp. 350.000, ungkap seorang wali murid yang engan disebutkan namanya kepada Wartawan, (13/12).

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan tersebut sangat besar untuk masyarakat setempat, sehingga, pihaknya mempertanyakan pengunaan dana tersebut. “ Kami masyaraka awan dan tidak tau apakah ini pungli atau tidak namun kami mendengar tidak disekolah lain tidak ada pungutan sebesar itu” katanya.

Lebih lajut ia mangaku, hanya mendengar alasan dari pihak sekolah dan komite bahwa uang yang dikutip tersebut diperuntukan untuk ujian namun tidak menjelaskan secara rinci pengguanaan dana yang ia keluarkan.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 pintu Rime Gayo Mulwin Sulistiyo didampingi kepala dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Drs. Rayendra dikonfirmasi mengatakan, pengutipan dana tersebut dilakukan setelah komite sekolah setelah bermusyawah dengan wali murid yang diperuntukan untuk biaya pengayaan dan pembelian buku soal prediksi UN (ujian Nasional).

Mulwin menamabahakan,  bantuan tersebut merupakan dana shering dari komite sekola untuk menutupi biaya kekurangan untuk pengayaan yang tidak tercantum dalam anggaran sekolah. “ Karena dana bos kami tidak mencukupi, maka untuk menutupi kekurangan komite dan wali murid berembuk dan menyepakati untuk mengumpul uang tersebut” ujarnya.

Secara rinci ia menjelaskan, penggunaan uang tersebut diperuntukkan untuk pembelian buku Soal Prediksi UN terbitan Elangga untuk 4 mata pelajaran  di tambah 1 kepingan VCD sebesar RP 120.000/buku, sisnya, untuk biaya transportasi Guru mengajar les dan uang makan minum selama pengayaan dalam waktu 4 bulan.

“Murid kelas 3 di sekolah kami berjumlah 50 orang, namun untuk siswa kurang mampu dan anak yatim tidak diharuskan dan mereka hanya membayar sesuai dengan kemampuanya,” ungkap Mulwin.

Mendengar penjelasan tersebut, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Drs Rayendra menyampaikan, untuk pengayaan dan pembelian buku tersebut memang tidak tercantum dalam pembiayaan pendidikan. “Ini hanya mis komunikasi atara sekolah dan wali murid dan jika di hitung, wali murid hanya membayar uang pengayaan les sore sebesar, Rp.15 ribu perbulan,” katanya.

Menurutnya, jika pengutipan tersebut telah disepakati oleh komite dan wali murid, dan diperutukan untuk memajukan pendidikan  masih dapat di maklumi. “Setiap kali pertemuan, saya terus menekankan kepada sekolah agar tidak melakukan pungutan secara sepihak dan memahami sumber batuan agar tidak tergolong dalam pungli,” katanya.

Sementara itu, Komisioner MPD Bener Meriah Fakrud mengatakan, bisa dilakukan pengutipan jika di sepakati oleh komite  Sekolah dan wali Murid, namun demikian harus tertulis dalam berita acara.

“Tidak semerta-merta meminta dan bisa dikatakan pungli jika tidak jelas peruntukanya,” kata Fakrud. (Wien Pengembara-Putra Gayo)

SHARE