Dualisme Kepemimpinan PKPI Pusat, Saharmiza dan Juanda Klaim Miliki SK Pengurusan Sah

REDELONG : Partai Politik PKPI sampai sejauh ini masih terjadi dualisme kepemimpinan, karena sejauh ini belum ada keputusan yang islah siapa yang sah atau tidak sah.
Dualisme kepemimpinan tersebut juga berdampak pada kepengurusan tingkat Provinsi dan Kabupaten, seperti yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah dimana Juanda beserta Ilyas Putra mengaku sebagai Ketua dan Sekretaris PKPI Bener Meriah priode 2016-2021. Hal tersebut diyakininya dengan SK pengurusan Ketua PKPI yang ditanda tanggani Hendri Yono, S. Sos dan Iksanul, Akmal Ketua Partai PKPI Provinsi Aceh pada tanggal 8 oktober 2017 yang ditunjukan kepada awak media saat gelar konferensi pers Senin 9 Oktober 2017 di Cafe Kenred Simpang Tiga Redelong.

Baca: Terima SK Ketua DPK PKPI Bener Meriah Gelar Konferensi Pers

Sementara itu Saharmiza saat dikonfirmasi Selasa 10 Oktober 2017 di kantor DPRK setempat mengatakan, sampai saat ini saya masih menggantongi SK pengurusan Partai politik PKPI sampai tahun 2021.

Terkait dengan adanya pengakuan Juanda sebagai ketua PKPI Bener Meriah yang baru, dia mengaku tidak tahu karena dalam penunjukan Ketua atau pengurus baru harus melalui Musda atau mendapatkan mandat dari pengurus tingkat pusat dan rekomendasi provinsi. Namun sampai hari ini PKPI Bener Meriah belum melakukan Musda. Ujarnya

Bila berbicara SK mana yang di akui atau tidak, kata Saharmiza persoalan dualisme kepemimpinan PKPI pusat belum Islah keputusannya.

Tapi dia berharap siapapun nantinya yang diakui, Partai PKPI Bener Meriah harus Solid dan kompak, terlebih Juanda itu masih saudara saya dan tadipun dia menjumpai saya dikantor ini. Tutur Saharmiza yang notabennya anggota DPRK Bener Meriah tiga periode di Kabupaten Bener Meriah bahkan satu periode di Kabupaten Aceh Tengah. (Gona )

Komentar Anda
SHARE