Dualisme Dua Kubu Partai PKPI Bener Meriah Daftar ke KIP

 

REDELONG:Dualisme kepemimpinan Partai PKPI di Kabupaten Bener Meriah menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Bener Meriah dan hingga saat ini, kedua Ketua Partai yaitu, Saharmiza dan Juanda secara terpisah melakukan pendaftaran ke KIP Bener Meriah.

“Masalah PKPI, kami sudah menerima dokumen kedua kubu itu baik itu kubu Saharmiza maupun Juanda dan identifikasi sementara mereka juga mengaku punya user name valid dari KPU” ungkap Mukhtarudin  Ketua KIP Bener Meriah, saat dikomfirmasi wartawan.  Selasa (10/17/2016).

Muktarudin menjelaskan, Kubu Sharmiza mengaku memperoleh user name dari BAPILU PKPI sedangkan Juanda juga memperoleh dari pengurus PKPI tingkat Provinsi. “ Ini data sedang di teliti dan diceklis dinyatakan lengkap namun belum singkron antara hard copy dengan Pisipol jadi apakan nanti barangnya sama akan diperiksa” ujanya.

Selain itu Mukhtarudin mengaku, telah melakukan upaya pendekatan kepada kedua kubu dan menghasilkan titik temu yang membanggakan bahwa semua pihak menginginkan partai itu terdaftar di KIP Bener Meriah dan dapat mengikuti pemulu legislatif.

” Itu target mereka berdua ini kan maju hebat artinya izin layarnya sudah akan kita terbitkan perkara siapa nahkodanya itu urusan internal mereka dan KPU tidak mengenal ada dua tanda terima ganda dan nanti akan disepakati oleh mereka berdua boleh tanda terima Sharmiza ataupun Juanda ” katanya.

Menurut Muhktarudin, selaku pemilik rumah, pasti memiliki kuci untuk masuk kedalam rumah tersebut dan  hanya satu kunci yang nantinya bisa membuka rumah itulah pemiliknya yang sebenaranya. “ Kita akan memepertemukan kedua kubu secara kekeluagaan,” taranganya.

Disamping itu, Muktarudin menyamapaikan tidak memiliki kewenangan untuk meneliti dan memeriksa keabsahaan SK mereka dan pihaknya hanya berkewajiban untuk memeriksa berkas persyaratan KTP dan kartu ke anggotanya yang dimiliki oleh kedua kubu.

“Secara syarat umum sudah terpenuhi dan kami tidak dapat memberikan dua sim dan misalnya mereka perpedoman dengan keyakinan masing-masing sesuai arahan KPU Aceh sudah memiliki alat untuk identifikasi dan sebelum digunakan kami menawarkan kebersaam untuk kedua kubu,” ujarnya.(Uri)

Komentar Anda
SHARE