Dua Siswa SLB Bener Meriah Wakili Aceh di Olimpiade O2SN

0
Kepala SLB Bener Meriah
Kepala SLB Bener Meriah Negeri Pembina Bener Meriah, Winkonadi Zuhra S.pd

REDELONG-Syahrul Ihsan dan Lia Maulida merupakan siswa  Sekolah
Luar Biasa ( SLB ) Negeri Pembina Bener Meriah, wakili Aceh dalam ajang Olimpiade Olah Raga  Siswa Nasional ( O2SN ) tingkat nasional yang di laksanakan di Jakarta pada bulan Juli 2016 yang lalu.

Kepala Sekolah SLB Negeri Pembina Bener Meriah, Winkonadi Zuhra, S.pd pada Kabargayo Rabu ( 31/8 ) di ruang kerjanya mengatakan, Syahrul Ihsan Siswa yang mengalami kondisi  Tuna Rungu dan Lia Maulida dengan kondisi  Tunagrahita, mampu meraih Perunggu dalam O2SN tingkat nasional. Persestasi yang di raih siswa kami tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan Sekolah kami saja, namun juga membuat Aceh ini Bangga. Ungkap Winkonadi

Lebih lanjut dikatakannya, Dari SLB Negeri Pembina Bener Meriah kami hanya mengirim Syahrul Ihsan atau yang akrab di sapa Rendi  sebagai atlet   Bulu Tangkis dan Lia Maulinda  atlet  lari 100 meter Putri  Alhamdullillah dari hasil yang di peroleh keduanya  mampu  meraih perunggu.

” Meski siswa kami punya keterbelakangan ( disabilitas ) itu buka menjadi suatu Faktor untuk meraih suatu perestasi, yang terpenting adalah kemauan dan skill individu masing-masing, serta pembinaan dan latihan yang serius menjadi hal terpenting meraih semua itu ” , sebut Winkonadi.

Dia juga berharap pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah, kedepannya agar lebih memperhatikan Sekolah SLB ini, Karena siswa di sini adalah merupakan Siswa Berkebutuhan Khusus ( SBK ), di mana dalam proses memberikan materi pelajaran harus punya metode tertentu yang harus di kuasi para peserta pendidiknya. Paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Winkonadi juga menyampaikan gendala yang di alami selama ini, menurutnya Fasilitas yang di miliki SLB ini masih sangat minim, di mana siswa mereka mencapai 73 orang, yang terdiri dari. SD sebanyak 27 siswa, SMP 36 siswa dan SMA 9 siswa. Sementara untuk asrama maksimalnya hanya berkapasitas 30 orang saja. Sehingga kami terpaksa hanya memberikan sekat ( pemisah ) dalam ruang antara laki dan perempuan.

Secara program SLB Negeri Pembina Bener Meriah bisa menjadi contoh untuk sekolah lain, karena kita telah melakukan program House Schooling yaitu mendatangi kerumah-rumah memberikan pendidikan bagi anak
disabilitas dan di seluruh Aceh baru Sekolah ini yang melakukanya, juga sejauh ini kami sudah mengajukan SMK LB dan sudah sampai kepada pada Pemerintah daerah, bila nantinya itu dapat terwujud kita dapat menjadi salah satu Pilot Projek. Terangnya.

SLB Negeri Pembina Bener Meriah, yang di Negerikan sejak 1 september 2006 yang lalu, telah menampung anak disabilitas seperti Tuna Netra, Tunarungu, Tunadaksa, Tuna ADHD, Tunagrahita,  dan Tunamongolohi.

” Saya berharap pada seluruh orang tua yang memiliki anak di sabilitas agar menyekolahkan anak mereka, serta pada pemerintah daerah agar lebih memberikan perhatian khusus pada sekolah seperti ini, karena sekolah seperti ini memiliki kesulitan yang lebih tinggi dari pada sekolah umum. ( Gona )

Komentar Anda
SHARE