Dua Anak Takengon Diserang Wabah Difteri

TAKENGON: Di Aceh Tengah sejak tiga hari lalu dihebohkan dengan ditemukanya pasien yang terserang wabah Difteri yang sudah beberapa hari dirawat inap di Rumah Sakit Datu Beru Takengon. Awalnya pihak rumah sakit menutup rapat bahwa ada pasien difteri sebanyak dua orang alamat dan keluarga disembunyikan untuk kenyamanan bersama.

Sebagaimana kita ketahui bersama penyakit difteri saat ini menjadi sorotan pemerintah pusat dan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan dengan berbagai cara, termasuk suntikan imunisasi.

Menurut Direktur RS. Datu Beru Takengon dr. Hardi Yanis kedua pasien yang tengah dirawat berasal dari keluarga yang berbeda begitu juga alamat. “Maaf untuk alamat dan keluarga korban kami tidak bisa menyebutkan untuk kenyamanan keluarga pasien dan masyarakat,” kata Hardi.

Kondisinya menurut Hardi ahli penyakit dalam, saat ini sudah membaik walau terus kita pantau terus agar tidak terjadi yang tidak kita harapkan. Sejauh ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang mematikan ini, pihak rumah sakit sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Tengah.

“Kita berdoa agar dua pasien wabah difteri ini segera pulih dan bisa pulang, dan kepada masyarakat agar segera melakukan imunisasi di puskesmas-puskesmas terdekat,” harap Hardi, (14/1).

Disampaikan Hardi sampai hari ini RS. Datu Beru juga “berbenah” diri bagi dokter yang menangani pasien difteri juga harus diimuniasi terlebih dahulu. “Ya, dokter yang menangani atau perawat juga harus kita imuniasi untuk menjaga kesehatan bersama,” kata Hardi.

Selanjutnya Kadis Kesehatan, dr. Sukri Maha mengatakan pihaknya selama ini sudah melaksanakan penanganan sesuai dengan protap. Awal dikatahui adanya dua pasien difteri, pihaknya langsung melaporkan ke Dinkes Provinsi. Selanjutnya memberikan anti biotik kepada keluarga terdekat pasien.

‘Kita cepat lakukan penanganan kepada keluarga pasien serta melaporkan ke dinas kesehatan provinsi Aceh, semua berjalan sesuai dengan protap,” ungkap Sukri Maha. Untuk mencegah lebih luas wabah difteri, seluruh puskesmas akan segera melakukan imunisasi terhadap masyarakat. (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!