DPRK Bener Meriah Sidang Paripurna Qanun Perubahan SKPK

0

img_20161013_101032REDELONG-Rapat Paripurna sidang penetapan Qanun tentang nomenklatur dan tipeologi SKPK jajaran Pemerintah daerah Kabupaten Bener. Yang berdasarkan PP nomor 23 tahun 2014 tentang  pemerintah daerah dan PP 18 tahun 2016 tentang pemerangkat daerah.

Dalam pidato pembukaan Darwinsyah, SE. Pemimpin sidang Mengatakan rancangan Qanun tentang struktur SKPK telah dibahas sebelumnya oleh legislatif melalui badan Legislasi  dan eksklusif yang di wakili Bidang Hukum, dan juga di hadiri seluruh pimpinan SKPK.

Darwinsyah menambahkan, sesuai dengan PP 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan PP nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah, maka struktur organisasi SKPK harus segera di tetapkan dalam Qanun. Sebut Darwinsyah.

Sementara itu dalam sambutanya Plt Bupati Bener Meriah Drs Rusli M Saleh menyampaikan,  mengacu pada PP nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah daerah dan PP nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah, maka struktur organisasi dan tata kerja pada SKPK Kabupaten Bener Meriah akan di lakukan perubahan. Kata Rusli

Secara singkat dalam PP nomor 18 tahun 2016 menjelaskan, bahwa perangkat daerah yang sebagai penyelenggara urusan daerah, menjadi wewenang pemerintah daerah, oleh karena itu guna untuk efisiensi dan efektivitas perlu mempertimbangkan tata kerja perangkat daerah.

Dalam perubahan struktur SKPK ini kalau sebelumnya ada 45 SKPK maka pada perubahan menjadi 44 SKPK, akibatnya secara otomatis pejabat eselon akan mengalami perubahan dimana kalau pada saat ini pejabat eselon II sebanyak 35 orang kini menjadi 33 orang, pejabat eselon III sebanyak 170  menjadi 159 dan pejabat eselon IV dari 380 menjadi 324.

Tgk M. Amin ketua Badan Legislasi DPRK Bener Meriah, menyebutkan perubahan struktur organisasi SKPK itu berdasarkan luas daerah dan jumlah penduduk, hal ini di atur dalam UU kekhususan Aceh, dia menambah sejauh ini ada beberapa Kepala SKPK yang masih belum optimal menyampaikan laporan ke tingkat provinsi dan hal tersebut sanggat kita sayangkan karena dampak nya seharusnya SKPK tersebut masuk dalam tipeologi A, menjadi tipe B bahkan menjadi tipe C. Ujar nya ( Gona)

Komentar Anda
SHARE