DPRK Aceh Tengah Akan Rapat Kerja, Tanyakan Dinas PUPR Terkait Paket Belum Ditender?

Ketua Komisi A Drs. Yurmiza Putra politisi dari Partai Hanura saat memberikan keterangan kepada wartawan

TAKENGON: Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah akan melakukan rapat kerja dengan pihak Eksekutif, esok hari (23/6) di Gedung wakil rakyat setempat. Adanya rapat kerja juga di benarkan oleh Plt Sekwan Bukhari. “Benar besok ada rapat kerja anggota DPRK dan Eksekutif,” kata Bukhari, (22/6).

Sebenarnya menurut salah seorang anggota DPRK belum waktunya rapat kerja dengan pihak eksekutif, ada yang lebih penting yaitu pembahasan RPJM yang sudah ada di meja masing-masing anggota DPRK. “Menurut saya RPJM lebih penting ketimbang rapat kerja,” kata anggota DPRK yang namanya enggan ditulis.

Lain itu, ketua Komisi A Drs. Yurmiza Putra politisi dari Partai Hanura mengatakan, rapat kerja sudah sangat mendesaki untuk kita lakukan. Karena banyak hal berkembang diluar terkait pemerintahan yang harus disampaikan anggota DPRK kepada pihak eksekutif, terutama kepada bupati Shabela.

“Rapat kerja ini sangat mendesak, banyak hal yang berkembang di masyarakat yang harus diketahui oleh bupati Shabela,” kata Yurmiza Putra. Menurut Yurmiza pihaknya (DPRK) akan menanyakan terkait dengan lemahnya kinerja dinas-dinas saat ini dengan adanya isu-isu mutasi.

Isu mutasi sangat meresahkan para eselon II di tingkat kabupaten Aceh Tengah. Lain itu, adanya “gelombang” perpindahan PNS dari Kabupaten Bener Meriah ke Aceh Tengah. Hal ini menurut Yurmiza Putra telah menguras anggaran daerah.

“Isu mutasi membuat resah pejabat eselon II, serta adanya gelombang perpindahan PNS dari Bener Meriah ke Aceh Tengah yang menguras anggaran daerah. Hal ini penting dipaparkan oleh bupati,” urai Yurmiza Putra didampingi oleh Hamzah Tun politisi dari Partai PKB.

Selanjutnya juga ada dugaan mosi tidak percaya terhadap satu dinas (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Sejauh ini memang tidak jelas mengapa muncul adanya dugaan mosi tidak percaya terhadap dinas PUPR. Namun cerita yang berkembang di masyarakat dinas PUPR lambat “mengeksekusi” paket yang seharusnya sudah dilakukan tender.

“Kami dengar ada mosi tidak percaya terhadap dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari beberapa anggota DPRK, dan hal itu juga akan kami tanyakan langsung kepada pihak eksekutif,” jelas Yurmiza Putra sambil mengurai masih banyak pertanyaan besok (hari ini) yang akan kami tujukan kepada bupati.

Banyak masyarakat Aceh Tengah bertanya-tanya terkait dengan undangan rapat kerja yang terkesan sangat mendadak dari lembaga DPRK, dimana suasana Idul Fitri masih sangat kental. (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!