Dituding Ada Kecurangan Dalam Pilgub, Ini Kata Ketua KIP Aceh Tengah

0
Ketua KIP Aceh Tengah, Marwansyah

Ketua KIP Aceh Tengah mempertanyakan apa dasarnya Ketua Panwaslih Aceh menyatakan terjadi  kecurangan  pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Aceh Tengah

TAKENGON: Wajah Ketua KIP Aceh Tengah, Marwansyah terlihat tampak lelah. Saat ditemui pria paruh baya ini mengaku baru pulang dari Banda Aceh, menghadiri sidang Pleno Rekapitulasi suara di Gedung DPRA, Banda Aceh, Sabtu (25/02/17).

Dalam Pleno terbuka itu Ketua Panwaslih Aceh Samsul Bahri protes saat  Marwansyah selesai membacakan hasil rekapitulasi dan perhitungan suara dari Aceh Tengah. Samsul Bahri mengatakan kalau pihaknya menemukan perbedaan surat suara yang direkap oleh  KIP Aceh Tengah dengan hasil rekapitulasi Panwaslih Aceh.  Samsul Bahri menuding ada kecurangan.

“Kita telah baca, ada komplain dari ketua Panwaslih Aceh, Beliau mengatakan ada penggelembungan suara dan tidak sesuai dengan C1,  lampiran C1 itu merupakan suara sah calon gubernur dan tidak ada satu saksipun komplain.kita sebenarnya meminta hal tersebut bisa dibuktikan dan tidak bisa membuktikannya” ujar Marwansyah. Ia berharap Panwaslih Aceh tidak berasumsi dan tidak membuat opini sehingga tidak ada keributan di masyarakat.

Menurutnya apa yang pihaknya sampaikan dalam pleno tersebut telah sudah sesuai dengan hasil rekap dari formulir C1 yang mereka punya dari masing-masing kecamatan.

“Kalo itu tidak bisa dibuktikan, kita akan menempuh jalur hukum  melalui lembaga KIP Aceh Tengah dan akan mengeluarkan hak jawab melalui media massa” jelasnya.

“Kita juga mempertanyakan kepada Panwaslih Aceh tentang dasar-dasar menyatakan terjadi pengelembungan suara dan diarahkan kepada salah satu Paslon” tanya Marwansyah.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menetapkan  Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sebagai pemenang. Artinya sudah dipastikan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh sah terpilih.

Pada Rapat Pleno Rekapitulasi, seluruh Ketua KIP Kabupaten dan Kota di Aceh, membacakan hasil perhitungan surat suara dari masing-masing daerah. Usai perhitungan ketua KIP Aceh Tengah, Ridwan Hadi sempat mempertanyakan kepada semua semua saksi “Apakah dapat diterima,” tanya Ridwan Hadi. “Ya , dapat kami terima,” jawab semua saksi paslon, kecuali paslon nomor urut 5 Muzakir Manaf-T Khalid  dan diwarnai aksi walk out.

Ridwan Hadi dalam sidang itu tidak mempermasalahkan adanya aksi walk out tersebut, karena beralasan dalam Undang-Undang (UU) pemilihan tidak diperbenarkan menghentikan sidang,  walau ada paslon yang merasa dirugikan. “Silahkan menempuh jalur hukum,” ucap Ridwan Hadi.

“Saat kita pertanyakan apa data yang mendasari Panwaslih Aceh yang menyatakan terjadi kecurangan pengelembungan suara yang dialihkan kepada salah satu Paslon, dan dijawab oleh Panwaslih Aceh saat ini tidak membawa data, itukan konyol”pungkas Marwansyah.

Marwansyah mengatakan KIP Aceh Tengah  merasa dirugikan dengan peryataan ketua Panwaslih Aceh tersebut yang tidak mempunyai data kongkrit berbicara dalam acara resmi saat itu.

“Kami pihak yang sangat dirugikan saat acara resmi saat itu di gedung DPR-RA, dimana pihak panwaslih Aceh berbicara tanpa data yang akurat, sehingga pihak kami dipermalukan dengan tidak hormat didepan masyarakat umum,” tegas Marwansyah di dampingi Wajadal Muna, SH pengacara KIP.

KIP Aceh Tengah, kata Marwansyah selama ini telah berkerja siang dan malam merekap hasil atas suara pilihan rakyat terhadap pimpinan Aceh dan tidak ada niat sedikitpun untuk mengotak-atik hasil jumlah suara yang ada.

“Kami mempunyai resiko yang tinggi jika bermain dalam pilkada Aceh yang berjalan serentak ini, jangankan mengotak-atik hasil suara, menerima telepon dari kandidat saja kami hindari,” Jelas Marwansyah.(Arsadi Laksamana)

 

 

 

.

 

 

 

 

Komentar Anda
SHARE