Ditengah Wabah Corona, DPRK Mengesahkan Anggaran Rp 6 Miliar, Rakyat Kecewa

  • Whatsapp
Koordinator Jang-Ko, Maharadi (foto-ist)

Kabargayo.com, Takengon; Entah apa yang merasuki mereka, dua pimpinan di daerah dingin itu telah memutuskan untuk “mengetuk” palu mengesahkan anggaran mendahului senilai, Rp. 6.073.576.700. Masyarakat kecewa, ditengah wabah corona masih ada anggaran yang tidak begitu penting mendahului anggaran di tahun 2020.

Dan menurut satu sumber Kabargayo.com yang namanya enggan dipublis, kegiatan mendahuli ini tercepat seluruh Indonesia, “Saya kira begitu, dan hal ini jarang sekali terjadi, apalagi hari ini semangat kita semua tengah menghindari pandemi/wabah yang menyeluruh di negeri ini,” katanya penuh harap bupati membatalkan apa yang telah disahkan oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Arwin Mega.

Maharadi Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) juga merasakan keanehan yang tidak wajar terjadi disaat covid-19 ini. Pihaknya mengutuk keras lembaga DPRK yang telah mengesahkan anggaran mendahului, dengan nilai yang tak wajar juga tidak terkait dengan penanganan corona.  

“Kami akan membangun gerakan untuk membatalkan ini dalam waktu singkat. Hari ini kita semua di negeri ini tengah mengumpulkan dana untuk penanganan corona, bukan membuat sumur bor dan lain yang tidak penting,” ujar Maharadi geram.

Maharadi meminta lembaga eksekutif dan Legeslatif mempunyai sedikit sensitif kemanusian pada saat ini, “Bukan malah mengelabui masyarakat dengan cara legal, tapi tidak populer untuk saat ini,” tarang Maharadi.

Hari ini menurut Maharadi semua masyarakat tengah mengalami krisis secara menyeluruh, baik ekonomi juga psikologis. Maharadi mengajak semua pihak untuk berpikir jernih dalam situasi saat ini.

“Marilah kita berpikir jernih, masyarakat hari ini butuh sembako, harga kopi anjlok. Kenapa tidak untuk kopi mendahului anggaran, lebih dari nilai itu kami rakyat setuju,” ujar Maharadi dengan penuh harap.

Selanjutnya kata Maharadi, yang muncul di anggaran mendahuli tersebut dibuat-buat keperluanya, seperti; pembuatan pagar, rehap sekretariat DPRK, sumur bor, pemeliharaan rutin berkala rumah dinas.

“Itu kegiatan aneh, tapi nyata dan telah disahkan. Bukan itu yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Rakyat butuh sembako, butuh makan,” lanjut Maharadi menimpali.  (putra gayo)  

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts