Ditemui Petani dan Toke Kopi, Sarkawi: Resi Gudang Solusi

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Keluhkan harga kopi yang terus anjlok, sejumlah Petani dan Pengepul (Toke) kopi di Bener Meriah temui Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi, Senin (20/4/2020). Dalam pertemuan itu turut hadir, Kepala Cabang Bank Aceh Simpang Tiga dan Kepala SKPK terkait.

Kepada Sarkawi, para Toke menyampaikan harga kopi yang terus melemah di tengah wabah covid-19. Saat ini hari kopi gelondong (kopi merah) ditingkat petani harganya cuma Rp 6.000- Rp 6.500 per bambu.

Read More

Para petani dan pengepul ini meminta pemerintah daerah hadir dan memberikan solusi. Karena kondisi saat ini sangat menyulitkan mereka. Apalagi kebutuhan petani semakin mendesak dengan dihadapkan bulan Ramadhan dan kebutuhan Idul Fitri.

Suyanto salah seorang yang pengepul juga menyampaikan sistem resi gudang yang ditawarkan pemerintah, dianggap tidak efektif lantaran kebiasaan petani kopi di Bener Meriah menjual kopi dalam bentuk gelondong. Belum lagi dengan sejumlah syarat yang ditetapkan seperti mengharuskan membentuk kelompok tani.

“Resi gudang di kabupaten bener meriah sampai hari ini masih belum berjalan sedangkan masa panen kopi hanya sampai bulan Mei belum lagi kebiasaan petani yang umumnya masih menjual kopi gelondong. Di tambah lagi masyarakat masih belum paham dengan sistem resi gudang ini dan adanya persyaratan – persyaratan yang harus di lengkapi,”ujar Suryanto kepada wartawan.

“Kita berharap agar pemerintah daerah segera memberikan solusi. Ini penting direspon, mengingat panen raya kopi arabika Gayo berada di April-Mei,”ujarnya.

Sarkawi dalam pertemuan itu mengatakan Pemkab terus berusaha mencari solusi untuk membantu para pelaku kopi Gayo. Salah satunya berusaha agar resi gudang segera aktif.

Resi gudang menurut Sarkawi menjadi satu-satunya solusi yang dapat dilakukan saat ini. Setelah kondisi ini membaik, petani bisa mengambil kembali kopinya, dengan membayar uang yang sudah diambil 70 persen diawal

“Yang perlu kita ketahui, bahwa sistem resi gudang bukan berarti menjual kopi. Akan tetapi, petani menitipkan kopinya disana, dan mendapatkan uang sebesar 70 persen dari harga kopi,” kata Sarkawi seperti yang dikutip wartawan.

Untuk persyaratan sistem resi gudang, kata Sarkawi merupakan keharusan yang dipenuhi.

“Kita sadar tak semua paham, untuk itu rencana besok kita akan melakukan pertemuan intens pematangan teknis resi gudang. Kita undang pelaku-pelakunya, termasuk petani,” sebutnya.

Sementara itu, perihal permintaan agar Pemerintah Daerah Bener Meriah saja yang membeli kopi dari masyarakat, Sarkawi menjawab hal itu belum memungkinkan.

“Kita tidak punya payung hukum penggunaan anggaran untuk membeli kopi. Saat ini solusinya masih, resi gudang. Fisiknya sudah ada tinggal beberapa persyaratan yang kita lengkapi,” jawabnya.

Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global, telah memberikan dampak luas tak terkecuali berdampak pada ekonomi dunia. Banyak negara yang menerapkan lockdown. Diharapkan kondisi ini segera berakhir. (ARS)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts