Disdukcapil Bener Meriah Terima Penghargaan dari Mendagri

img_20160916_134620REDELONG-Keberhasilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil ) Kabupaten Bener Meriah dalam pencapaian target NasionalCakupan kepemilikan Akte Kelahiran 2016 membuahkan hasil yang fositif sekaligus memberikan rasa kebanggaan daerah penghasil kopy ini karena Disdukcapil Bener Meriah memperoleh piagam penghargaan dari Mendagri.
Kepala Disdukcapil Bener Meriah Ikhwanul Hakim, SE melalui Seketarisnya Mahdi Baihak, S.Pd kepada Kabargayo Kamis ( 15/9 ) di ruang kerjanya menyampaikan, alhamdulillah  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bener Meriah dalam komitmen dan keberhasilan penyelengaraan pelayanan pencatatan kelahiran pada tahun 2016 ini telah memenuhi target nasional cakupan kepemilikan Akte kelahiran, bahkan kita dalam pencapai target nasional tersebut lebih cepat dari batas waktu yang di tetapkan oleh Mendagri. Papar Mahdi.

Dikatakanya lagi, atas keberhasilan yang di capai tersebut pada 24 agustus 2016 yang lalu Disdukcapil Bener Meriah memperoleh Piagam Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri yang di tanda tanggani Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH atas nama Direktur Jenderal Kependudukan di Jakarta, dan Disdukcapil Kabupaten Bener Meriah menduduki peringkat  11 se-Indonesia yang terdiri dari 416 Kabupaten dan 93 Kotamadya.Ungkapnya.

Saat di singgung tentang KTP-el batas akhir penerbitan pada 30 september Mahdi mengatakan, terkait informasi yang di sampaikan Kemendagri tentang percepatan penerbitan KTP-el masih ada waktu perpanjangan, sejauh ini juga Mendagri sudah menyurati Gubernur dan Bupati seluruh Indonesia perihal percepatan penerbitan KTP-el. Atas
surat edaran Mendagri No : 471/1768/SJ tangggal 12 mei 2016 tentang percepatan penerbitan KTP-el atas maksut tersebut kami telah menyampaikan kepada Bupati untuk menerbitkan surat edaran yang di sampaikan ke Instansi Kecamatan dan Kampung sesuai dengan surat edaran Mendagri tersebut.  Jelasnya.

Sejauh ini untuk Kabupaten Bener Meriah tidak terlalu banyak lagi yang tidak memiliki KTP-el, tetapi setiap harinya kan bertambah masyarakat yang telah wajib memiliki KTP yang telah berusia minimal 17 tahun, dan persiapan Belangko itu sanggat terbatas dan itu pun harus di jemput ke Pusat. sebut Mahdi.

” Di samping terbatasnya belangko  gendala yang kita hadapi saat ini adalah kurangnya pemahaman Mekanisme penerbitan oleh masyarakat, dimana proses yang harus di lakukan adalah mengirim data langsung ke pusat dan itu semua di lakukan secara Online kadang-kadang tergangu dengan jaringan internet, namun terkadang masyarakat tidak mau tau dengan gendala tersebut.

Kendatipun demikian Mahdi menambahkan kami terus menghimbau pada petugas agar selalu sabar memberikan pelayanan, ironisnya terkadang yang sudah paham tentang mekanisme pun gotot harus secepatnya di terbitkan padahal dia paham, kita berharap alam hal ini jangan mengedepankan ego. Karena data kependudukan itu
harus valid ” ( Gona )

SHARE