Diperkirakan 2000 Pasangan Menikah Belum Tercatat di Bener Meriah 

0

REDELONG- Sedikitnya 50 pasangan ikuti Itsbat Nikah yang di gelar di aula Sekdakab Bener Meriah, Selasa ( 4/10 ) yang di hadiri Plt Bupati Bener Meriah Drs Rusli M Saleh, Kapolres Bener Meriah AKBP Demen Soemantri S. I. K. M. Si Kejari Simpang Tiga Redelong Bambang Panca, SH Pengadilan Negeri, Azhari, SH, Seketaris Dinas Syariat Islam Aceh Drs. Darjalil, dan Perwakilan Danyon, Satria Musara 114.

Dari hasil penelitian LSM Logika pada tahun 2013 yang lalu, sedikitnya, 2000 Pasangan masyarakat Kabupaten Bener Meriah belum memiliki dokumen negara yang tidak mempunyai buku nikah dan akte kelahiran. Hal tersebut di sampaikan Hasbi ketua Panitia pelaksana Itsbat Nikah di Kabupaten Bener Meriah. 

” Akibat korban konflik dan sunami banyak masyarakat di Aceh yang menikah, tapi belum memiliki buku nikah.  Sehingga hal tersebut sangat berdampak untuk menerbitkan akte mereka” kata Hasbi.

Dia menambahkan berdasarkan UU nomor 44 tahun 1999 tentang keistimewaan Aceh dan UU nomor 4 tahun 2006 tentang syariat islam, maka untuk kepastian hukum terhadap anak dan dokumen resmi negara maka perlu untuk memperoleh buku nikah yang resmi. 

Tujuan Itsbat nikah ini adalah untuk perlindungan hukum bagi masyaraka tersebut , serta menertibkan pencatatan sipil. Sejauh ini Dinas Syariat Islam Aceh telah melaksanakan Itsbat Nikah di 8 Kabupaten kota diantaranya Kabupaten Aceh Utara, Aceh Selatan, Tampang, Aceh Besar, Pidie, dan hari ini Bener Meriah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim terpadu yang terdiri dari Dinas Syariat Islam, Kemenag, Disdukcapil, dan Mahkamah Syariah. 

Untuk Kabupaten Bener Meriah sendiri pada hari ini sedikitnya 50 Pasangan yang akan mengikuti Itsbat Nikah, dan kita berharap selebihnya nanti dapat dilaksanakan Pemerintah daerah ini, Pinta Hasbi.

Sementara itu dalam arahanya, Drs Darjalil Seketaris Dinas Syariat Islam Aceh menyampaikan sambutan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, dengan pelaksanaan Itsbat Nikah ini yang di fasilitasi Dinas Syariat Islam dapat meminalisir ketentuan hukum bagi masyaraka yang belum memiliki buku nikah. Karena kita sadar pada saat ini masih banyak masyarakat di Aceh yang belum tercatat dalam dokumen  negara. ” Sebagai mana yang telah disampaikan Ketua panitia tadi, dan yang perlu di ketahui sampai sekarang ini Pemerintah Aceh tidak berwenang membuat UU, terkecuali Qanun”jelasnya.

”  Negara Amerika pada saat ini melirik Aceh karena Aceh yang terkenal dengan pelaksanaan syariat islam. Amerika beranggapan bahwa di Aceh telah terjadi pelanggaran HAM yang besar dan Syarat Islah Aceh telah melakukan penelitian di 10 titik di Amerika tentang penerapan syariat islam”papar Darjalil.

Plt Bupati Bener Meriah Drs Rusli M Saleh dalam sambutanya, mengatakan, Pemerintah daerah sanggat mendukung kegiatan ini, dan kita berharap di Bener Meriah tidak ada lagi yang belum memiliki buku nikah dan akte. Yang paling penting adalah merubah mindset masyarakat yang selalu mengatakan ” Sudah kawin, tapi belum menikah”  anggapan tersebut harus di buang kalau sudah kawin tentu sudah menikah” terang Rusli ( Gona )

Komentar Anda
SHARE