Dinas Pertanian Bener Meriah Gelar Gerakan Panen Penangkaran Kentang Dan Penanaman Bawang Putih 

Suasana saat panen penangkaran Kentang dikampung Kute Kering

REDELONG : Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Bener Meriah mengelar Gerakan Panen Penangkaran Kentang G G1, dan penanaman bawang putih Sabtu ( 19/11 ) dihalaman Terminal Terpadu Gudang Barang Ketipis Kecamatan Bukit. 

Dalam laporanya Ketua panitia Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah Ir. Nurisman mengatakan, Lima tahun yang lalu sedikitnya luas lahan tanaman kentang 950 Hektar, seiring meningkatnya budidaya tanaman kentang tiga tahun kebelakangan ini luas lahan sudah mencapai 2000 Hektar. Kata Ir. Nurisman. 

Produktifitas kentang dalam pethektar mencapai 16 sampai 18 ton pertahun, dengan kondisi harga pada saat ini 8000  sampai 10000 perkilo masyarakat mendapat keuntungan 60 juta pertahun. Ujar Nurisman. 

Namun yang menjadi permasalahan sampai sekarang ini, kata Nurisman. Kebutuhan bibit kentang harus didatangkan dari luar seperti dari Jawa Barat dengan harga bibit yang sanggat mahal, sehingga masyarakat yang tidak mampu membelinya terpaksa  menanam bibit kentang sembarangan yang berdampak pada tidak maksimalnya hasil panen mereka. Tuturnya. 

Untuk itu dengan program gerakan penangkaran bibit kentang yang dicanangkan ini, diharapkan dapat mengurangi sebahagian kecil ketergantungan bibit dari daerah luar. Dan alhamdulillah sebentar lagi kita akan memanen penangkaran bibit yang dikelola koperasi Gayo Lean di Kampung Kute Kering. Ungkap Nurisman 

Lanjutnya diera 1990 Kabupaten Bener Meriah salah satu daerah di Aceh ini penghasil Bawang Putih terbesar, dimana pada saat itu dalam perhektar dapat menghasilkan 5 sampai 7 ton. Namun akibat kondisi harga yang mengalami anjlok para petani bawang putih mulai meninggalkan tanaman tersebut dan beralih menanam tanaman jenis lainnya. Dan sekarang ini untuk  mencukupi kebutuhan bawang putih Indonesia bergantung pada bawang putih empor, dan tanpa kita sadari untuk belanja bawang putih kita setiap tahunnya telah menghabiskan uang 4 sampai 5 milyar. Untuk itu guna mengurangi ketergantungan pada bawang putih empat, Dinas Pertanian Bener Meriah membudidayakan tanaman bawang putih seluas 27 hektar yang tersebar diempat  Kecamatan yaitu, Kecamatan Bukit, Bandar, Bener Kelipah, dan Permata. Yang dikembangkan 16 kelompok tani dengan jenis bibit Lumbu Hijau. Jelas Nurisman. 

Penanaman Bawang Putih jenis Bibit Lumbu Hijau

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Aceh Prof. Drs. Abubakar Karim. MM mengatakan, 10 dan 15 tahun kebelakangan ini Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah masih menanam kentang G4 paling banter G3, tapi sekarang sudah menanam bibit kentang G2 dan kami sanggat yakin 2-3 tahun kedepan sudah menanam bibit G1 bahkan bisa G0.katanya 

Itu semua adalah suatu perkembangan, juga 10 tahun yang silam kita pernah tanam kentang di Kecamatan Permata sebanyak 1 ton bibit  dan dapat menghasilkan 35 bahkan 40 ton . Kalau sekarang perhektar hanya produktifitasnya 18 ton berarti itu perlu kita tinjau kenapa bisa menurun. Kata Abubakar Karim. 

” menurunnya menurunnya produktifitas kentang tersebut,  itu menjadi tugas kita bersama untuk mencari solusinya untuk meningkatkan produktifitasnya kembali ”

Dikatakannya, apakah tanah kita sudah tidak sanggup lagi menyerap zat pupuk, atau bibit yang ditanam tidak cocok, juga bisa saja orang yang menanamnya tidak cocok lagi menanam kentang, maka kalau itu harus mengganti jenis tanahnya mungkin tangannya tidak dingin menanam kentang. Papar Abubakar Karim. 

Staf Ahli Kementrian Pertanian Bidang  lingkungan Ir. Mukti Sarjono. MM dalam kesempatan itu menyebutkan, 2014 yang silam Aceh adalah merupakan penghasil padi ke 4 terbesar di Indonesia, namun ditahun 2016 penghasilan padi kita sangat anjlok, begitu juga dengan kentang, jagung, dan bawang putih. Kedepan kita harus meningkatkan produktifitas komoditi tersebut. Jelasnya. 

” Bener Meriah kedepanya harus menjadi salah satu daerah penyedia bibit kentang, didaerah Sumatra ” ujar Mukti Sarjono. 

Drs. Hasanuddin Darjo. MM dalam sambutanya menyebutkan, Negeri diatas awan ini adalah merupakan penghasil pertanian terbesar, seperti kopi, kentang, bawang putih, dan padi. Katanya. 

Perlu langkah-langkah yang kongkrit kita lakukan untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian didaerah ini. Karena dikabupaten ini banyak uang yang bergelantungan, tetapi kalau kita hanya memandangnya hanya sekedar buah kayu saja maka maka petani tidak pernah berhasil. Sebut Hasanuddin Darjo. 

” buah alpukat, buah, markisah, buah jagung, kentang dan lainnya itu adalah merupakan buah dolar, ringit, rupiah, peng. Artinya buah yang bergantungan dan terancam itu adalah uang ” tegas Hasanuddin Darjo. 

Untuk itu dalam sebuah hadis rasul mengatakan, bila hari kiamat telah tiba sementara ditanganmu masi ada bibit kurma maka tanamlah. Seru Hasanuddin Darjo.

Usai acara pembukaan Plt Bupati Bener Meriah Drs Hasanuddin Darjo. MM dan Kepala Dinas Pertanian Aceh Prof Drs. Abubakar Karim. MM, Staf Ahli Kementrian Pertanian bidang lingkungan Ir. Mukti Sarjono. MM Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Soemantri, S. I. K.  Msi. Perwakilan Danyonif 114, Asisten I Muhammad Ja’far SH. MH, Asisten II Drs. Muklis, Kepala SKPK jajaran Pemda Bener Meriah dan para Staf Ahli melaksanakan pemanenan Kentang, dan Penanaman Bawang putih.   ( Gona ) 

Komentar Anda
SHARE