Dinas Arpus Disarankan  MoU dengan Sekolah dan Tempatkan Pusling di Masjid

REDELONG: Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Bener Meriah menyarankan Dinas Arsip dan Perpustakaan (ARPUS) untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sekolah-sekolah dalam peminjaman buku, karena begitu banyak buku di Arpus tersebut masih belum pernah dibaca, padahal buku-buku dimaksudkan sangat penting dan berguna bagi siswa dan masyarakat.

Menyikapi fenomena tersebut Ketua MPD Bener Meriah H. Darwin MH, SE mengatakan “Arpus harus mampu membuat MoU dengan sekolah-sekolah, karena jarak antara Arpus dengan sekolah sangat jauh. Jadi melalui MoU tersebut siswa tidak perlu lagi datang ke arpus tetapi Arpus yang mendatangi sekolah dengan jadwal yang telah ditentukan”ujarnya.

Disamping itu Darwin menyarankan kiranya Arpus dapat menempatkan mobil pustaka keliling (Pusling) di masjid sebelum shalat Jum’at, dengan demikian dapat dibaca oleh masyarakat sebelum shalat tambah mantan Dikjar tersebut.

Turham AG, Dosen STAIN Gajah Putih Takengon menanggapi persoalan diatas “Kiranya sekolah perlu membuat progran gemar membaca, program tersebut bukan hanya untuk siswa tetapi juga untuk guru. Insya Allah jika program itu ada dan terlaksana disetiap sekolah saya yakin buku di arpus akan terbaca semua”sebutnya.

Turham menambahkan dengan terlaksananya program gemar membaca tentu akan menimbulkan motivasi membaca. Jika motivasi membaca telah tumbuh, dapat dipastikan dari hari ke hari setiap orang pasti akan membaca buku yang berbeda, Katanya.

Orang saat ini lebih banyak mengakses internet dari pada membaca, padahal tulisan dalam internet lebih banyak opini seseorang dari pada ebook. Karena itu hendaknya semua komponen yang ikut dalam pendidikan secara langsung maupun tidak untuk saling membantu memperkuat peningkatan motivasi membaca pungkas Turham AG.

Mantan Ketua Asosiasi Kepala Kampung Bener Meriah Sabran menyoroti Arpus yang dinilai kurang sosialisasi tentang Arpus itu sendiri hingga masyarakat menganggap Arpus hanya sebagai kantor semata, padahal Arpus itu sebagai sarana membaca bagi masyarakat. “Karena itu pihak Arpus perlu melakukan sosialisasi keseluruh kecamatan dan kampung” harap Sabran.

Fakhruddin aktivis LSM Redelong Institute mengatakan pihak Arpus perlu membuat terobosan untuk menarik minat pembaca, selain itu akses ke Arpus juga dirasa masyarakat agak sulit karena tidak ada transportasi umum. Kurang promosi juga membuat Arpus tidak dipahami masyarakat, padahal promosi dapat dilakukan melalui Pusling. “Sejalan dengan itu jumlah dan judul referensi di Arpus mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat” Tambah Fakhruddin.

Menanggapi semua itu, Samsuratsyah, S. Pd. Kasubbag Umum dan kepegawaian Arpus Bener Meriah mengatakan pihak sebenarnya telah melakukan beberapa program seperti mendatangi sekolah-sekolah dengan mobil Pusling, pulang dari sekolah kita mampir di desa-desa, inikan sebagai salah satu bentuk sosialisasi tentang keberadaan Arpus kepada siswa dan masyarakat.

“Arpus juga pernah mengadakan lomba pidato dan bercerita semua itu dilakukan untuk nenarik minat baca dan sosialisasi arpus terhadap masyarakat”kata Samsuratsyah.

Terkait dengan jumlah buku saat ini ada 6.700 judul dengan berbagai jenis buku Samsuratsyah buku-buku tersebut masih layak dan pantas untuk dibaca.

“Tentang wacana menempatkan mobil pusling di masjid sebelum jum’at sebagaimana usulan ketua MPD kami akan lakukan karena telah ada dalam rencana sejak awal. Demikian juga dengan usulan Dosen STAIN Gajah Putih Turham AG, sampai saat ini baru ada satu sekolah yang melakukan yaitu MTsN 2 Bener Meriah yang diprakarsai Ibu Lasma Farida, S. Ag. Sementara yang telah melakukan MoU dengan arpus baru 2 Sekolah yaitu MTsN 2 dan MAN 1 Bener Meriah. Namun demikian kami ucapkan terima kasih atas masukan yang telah diberikan, karena semua itu untuk kemajuan Arpus tambah”Samsurat yang didampingi Samsuardi, S. Pd.(THRM)

SHARE