Dikeluarkan dari Penerima BLT, Ibu Ini Emosi Dikantor Desa Rejewali

  • Whatsapp
Screenshot video ibu Murniati saat emosi dikantor desa Rejewali Kecamatan Ketol (photo/Ist)

KABARGAYO.COM, Takengon; Salah seorang ibu rumah tangga Murniati (45) di Kampung Rejewali Kecamatan Ketol Aceh Tengah emosi saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dikampung itu. Ia emosi diduga karena nama suaminya dikeluarkan oleh aparatur pemerintahan kampung sebagai penerima, ia dinilai tak layak menerima bantuan itu.

Menurut suaminya Abidinsyah (50), namanya dikeluarkan aparatur pemerintahan kampung tanpa pemberitahuan apapun sebelumnya.

Read More

“Sebelumnya, kami sudah dikirim undangan untuk mengambil uang BLT dikantor desa, lalu undangan itu diambil kembali oleh Kepala Dusun dengan alasan yang rumit dipahami, beberapa hari dari pengambilan surat itu, nama saya tidak ada lagi, ini lah awal dari emosinya Istri saya di kantor desa” kata Abidinsyah, Jum’at (12/06/2020) melalui sambungan selularnya.

Sehari sebelum kejadian itu, ia telah menemui Ketua Rakyat Genap Mupakat (RGM) dan Banta, namun, dari pertemuan itu tidak ada hasil apapun. Bahkan RGM menyebut keluarga Abidinsyah tak layak menerima bantuan itu.

“Kami lihat masih ada status ekonominya diatas kami yang menerimanya, sebelumnya, saat kami minta data penerima BLT Desa, Banta beralasan tinggal dikantor desa, bahkan, data yang sudah final pun tidak dipublikasikan, katanya penerima BLT DD ini menurut aturan harus transfaran sebelum dibagikan, ini begitu mau dibagikan disitu baru ditempel,” katanya.

Lebih rinci ia menjelaskan, musyawarah didesa dilakukan sebanyak 2 kali, musyawarah pertama ia masuk sebagai penerima BLT Desa, dalam rapat tersebut dihadiri sebanyak 70 Kepala Keluarga dan data penerima telah ditetapkan.

“Musyawarah kedua kami tidak hadir karena ada kegiatan, dalam pertemuan itu hanya dihadiri 15 orang saja, alasan aparatur desa musyawarah itulah yang menjadi patokan untuk finalisasi data, apakah musyawarah seperti itu cukup dijadikan sebagai keputusan, sedangkan Warga Rejewali berjumlah lebih dari 200 KK,” terang Abidinsyah sembari menuturkan, undangan musyawarah itu terkesan pilih kasih.

Ia mengaku, kekesalan istrinya itu telah dilaporkan ke pihak Kecamatan, jika tak terlihat tindak lanjut dari laporanya itu, ia akan melapor ke Kabupaten.

“Menurut informasi hari ini sudah bertemu dengan sekretaris Camat Ketol, tapi saya belum bertemu langsung dengan Reje Kampung Rejewali dan yang bersangkutan,” Kata Camat Ketol Hardi Selisih Mara.

Hingga berita ini diturunkan, Reje Kampung Rejewali Kacamatan Ketol tidak mengangkat Telpon wartawan. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts