Diduga Proyek PLTA Peusangan Masih Belum Lunasi Lahan Masyarakat

Kegiatan Muspika dan dinas saat pengukuran lahan warga (foto-kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Sengketa lahan di pekerjaan Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan sampai hari ini belum selesai. Proyek dengan nilai triliunan itu juga sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan selesai, padahal sudah dibangun belasan tahun lalu. Tampaknya ada kepentingan besar yang lebih menguntungkan daripada kegiatan PLTA diselesaikan.

Lihat saja sampai hari ini masih saja ada masyarakat yang yang merasa dijalimi dari pembebasan tanah. Seperti yang dialami oleh Harjuliska pemuda Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara. Harjuliska mengatakan sengketa lahan dengan pihak PLTA belum selesai sampai hari ini.

Read More

“Seperti masalah ganti rugi rumah, selisih ukur, slip pembayaran, tanah yang tidak memiliki akses ketika pembangunan reservoir saat mulai aktif digunakan, dan lain sebagainya. Harusnya ini diselesaikan dengan bijak oleh PT PLN,” kata Harjuliska kepada awak media (17/4).

Selama ini menurut Harjuliska masyarakat yang belum mendapat ganti rugi hanya diberi “angin surga”. “Masyarakat sudah jenuh menunggu kepastian pembayaran,” ungkap pemuda itu.

Dikatakan lagi, pihaknya tidak pernah menghambat pembangunan proyek strategis nasional tersebut. “Kami mendukung penuh, proyek ini diselesaikan dengan cepat. Pun begitu, jangan kangkangi hak-hak masyarakat juga,” harap Harjuliska.

Manager UPP SBU 2, Nanda Dani Andrianto mengatakan dengan adanya seperti ini, klaim oleh masyarakat maka pihaknya akan mengembalikan persoalan ini kepada pemkab Aceh Tengah, selaku pembebasan lahan.“Kemudian yang perlu dicatat, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi oleh tim tersebut tidak hanya menyebutkan selisih ukur kurang, namun ada juga selisih lebih bayar. Nah, sikap ini yang kami sayangkan, jadi terkesan hanya PLN yang memiliki kewajiban, dimana yang harus diselesaikan disana,” tambah Nanda. (KG45)

Related posts