Diduga Ada Penimbunan, Harga Semayam Emas “Selangit”

  • Whatsapp
Nazir, salah satu pedagang emas di Pasar Inpres Takengon, tengah melayani pembeli, harga emas cukup tinggi dalam dua pekan ini. (foto-putra gayo)

Kabargayo.com, Takengon; Harga barang selama wabah corona naik tajam, tidak terkecuali harga emas (london-red). Hari ini harga emas permayam di Takengon, Rp. 2.250.000. Harga ini naik dipicu karena pengusaha besar di dunia-dunia melakukan penimbunan besar-besaran

Menurut Nazir, salah seorang pedagang di pasar Inpres Takengon, sebenarnya hal itu tidak perlu. Ini akan membuat masyarakat semakin terpuruk dengan guncangan ekonomi secara global.

Read More

Tapi begitulah adanya saat ini, semua orang hanya mementingkan kepentingan pribadi semata tidak ada lagi rasa sosial dan empati. “Kami hanya mengikuti harga secara umum, kalau harga naik terpaksa kami naikan juga karena harus menyesuaikan, kalau tidak kami bisa merugi,” kata Nazir.

Nazir mengatakan, harga emas sama juga seperti sembako, “Kalau ada yang menimbun pasti naik, tapi nanti akan normal saat barang sudah dilepas kepasaran,” katan Nazir lagi.

Menurut Nazir dua pekan lalu ada pengusaha China disuga melakukan “penimbunan” terhadap emas maka secara umum harga emas naik. “Kita lihat di beberapa media sosial dan instagram ada pengusaha China diduga melakukan penimbunan emas yang disimpan di bawah tanah, itu terjadi dan sah menurut mereka, tapi tidak menurut kita,” ujar Nazir warga pesisir Aceh yang telah lama berniaga di Gayo.

Beberapa waktu lalu sempat viral penimbunan emas yang dilakukan oleh warga di negara China itu. Nazir yang setiap harinya menerima penjualan emas dari masyarakat Gayo mengatakan, hampir 10 orang setiap hari masyarakat menjual emas datang kepadanya.

“Sepuluh orang setiap hari masyarakat menjual emas, karena mendesak kebutuhan dapur, apalagi harga kopi saat ini tengah anjlok,” ujar Nazir. Dimana sebagai pedagang emas, sudah tentu sesama penjual lebih memerhatikan penjualan secara glonal, apalagi di Indonesia. (putra gayo)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts