Desak Dinas Sosial Bekerja Profesional, Ismail: “Rakyat Sudah Jenuh Menunggu Sembako, Kapan!..”

  • Whatsapp
Anggota DPRK Aceh Tengah Komisi D, Ismail, AS. (Foto-putra gayo)

Kabargayo.com, Takengon; Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Tengah terus menjadi sorotan, pasalnya dinas yang berhubungan langsung dengan bantuan itu, dinilai banyak kalangan bekerja lamban dan tidak terukur.

Seperti disampaikan Ismail, AS anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) daerah setempat. Dinas Sosial dinilai terlalu lebai dengan pernyataan Validasi data serta semua tengah dalam proses.

Menurutnya sebenarnya masyarakat sudah bosan menunggu bantuan sembako, namun tidak ada cara lain selain terus berharap. “Makanya dinas harus bekerja ekstra, jangan santai, kapan lagi penyerahan sembako,” kata dengan nada bertanya.

Menurut Ismail bahasa yang disampaikan Kadis Dinas Sosial terlalu mengada-ada untuk situasi saat ini. “Rakyat membutuhkan sembako untuk kehidupan bertahan dari kondisi ekonomi saat ini. Itu kerja dinas bukan hanya sekedar, mengikuti kegiatan seremonial,” ujar Ismail Politisi Partai Aceh.

Selama ini ternyata anggota Komisi D mencermati pola kerja dinas sosial yang dianggap tidak begitu bagus menangani persoalan yang ada ditengah-tengah masyarakat. “Seharusnya validasi dan hal lain sudah selesai. Dan tinggal menyalurkan bantuan, bukan mengulur dalam waktu dalam waktu yang tidak pasti,” lanjut Ismail dengan nada tinggi, (6/5).

Pihaknya (komisi D), menurut anggota dewan dua priode ini, akan melakukan pansus terkait dengan kinerja dinsos yang banyak dinilai kalangan sangat lambat dan terlalu rumit. “Kita akan kawal kerja sama dinsos dengan pihak bulog, dan memastikan semua sesuai dengan aturan yang ada. Seperti nilai sembako seharga Rp. 200 ribu perpaket,” lanjut mantan kombatan itu.

Senada dengan pernyataan Ismail, penelurusan tim Kabargayo.com, sejauh ini pihak dinsos belum sama sekali melalukan ikatan kontrak dengan pihak Bulog Takengon. Begitu juga penuturan dari orang dalam dinsos sendiri, “Untuk kontrak sama sekali belum dilakukan, kami juga tidak mengerti,” jawab salah seorang staf yang namanya enggan disebut.

Nah, sampai kapankah masyarakat harus menunggu sembako dari pemerintah melalui dinsos, sedangkan hari terus berlalu dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Gayo saat ini. Entahlah!!..(putra gayo)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts