Derita Misnawati dan Bentuk Kepedulian Supir Dump Truck

  • Whatsapp

REDELONG: Membantu sesama adalah kewajiban. Perbuatan mulia ini kelak akan diganjar kebaikan dan pahala yang besar. Manusia tak akan pernah tahu apa yang terjadi sedetik mendatang, hari ini beruntung bisa saja besok tak beruntung. Jadi kalau bisa membantu sesama kenapa tidak.

Demikianlah yang dilakukan Koperasi Gayo Pratama Mandiri. Berawal dari rasa peduli, pengurusnya mengunjungi dan memberikan bantuan sembako kepada keluarga Misnawati, penderita sakit lumpuh di Kampung Bale Atu Kecamatan Bukit, Bener Meriah. Jumat (9/8/2019).

Read More

Pemberian bantuan ini untuk meringankan beban keluarga Misnawati. Serba kekurangan dan harus berjuang keras melawan penyakit.

Kaman, suami Misnawati nampak haru menerima bantuan tersebut. Dengan mata yang berkaca-kaca ia mengucapkan terimakasih kepada pengurus Koperasi yang datang.

“ Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih dan semoga Allah membalas kebaikan bapak-bapak”ungkapnya haru.

Ketua Koperasi Gayo Pratama Mandiri, Azwin kepada keluarga kurang beruntung ini menyampaikan, bantuan tersebut berasal dari sumbangan supir Dump Truck yang tergabung di dalam Koperasi Gayo Pratama Mandiri.

“ Kami berharap bantuan ini dapat diterima dan bermanfaat untuk keluarga,” harap Azwin.

Ditanya kondisi kondisi kesehatan isterinya saat ini, lelaki dengan tiga anak ini menceritakan istrinya sudah sakit selama satu tahun. Kedua kakinya tidak bisa digerakkan lagi.

“ Awalnya istri saya mengeluh kakinya kebas dan hingga akhirnya sudah tidak dapat digerakkan” ungkapnya

Untuk menghidupi keluarganya selama ini Ia  bekerja serabutan.

Ia sudah membawa berobat ke dokter dan RSU. Setelah diperiksa dan dirongsen tidak ada hasil apa-apa.

” Dokter mengatakan semua bekerja dengan baik. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Banda Aceh. Namun, karna tidak ada biaya saya membawa dia kembali kerumah” terangnya.

Untuk pengobatan istrinya memang sudah ditanggung oleh BPJS. Tapi Kaman tidak memiliki biaya untuk kebutuhan selama di Banda Aceh. Kenyataan pahit ini, membuatnya memutuskan membawa pulang sang isteri dan merawatnya di rumah.

Kaman menuturkan banyak masyarakat yang juga perduli dengan kondisinya keluarganya itu. Rumah sederhananya baru saja direhab oleh Forum Gayo Bersatu (FORGAB) dari donasi yang mereka kumpulkan.

Tiga orang anaknya masih kecil dan masih sekolah. Mereka sering ditinggal Kaman saat mengantar isterinya berobat ke orang pintar.

“ Tidak hanya pengobatan medis kami juga membawa berobat ke orang pintar,”ujarnya.

Ajwin mengaku prihatin dan tergerak untuk membantu meringankan keluarga Misnawati. Ia juga berharap, pemerintah daerah dapat membantu pengobatan Misnawati. (Arsadi Laksamana)

  • Whatsapp

Related posts