Demo di DPRK Aceh Tengah, Kecamatan Bebesen Minta Dimekarkan

0

 

TAKENGON- Puluhan tokoh masyarakat dari  Desa Kemili, Kecamatan Bebesen gelar aksi demo ke kantor DPRK Aceh Tengah, mereka menuntut ada pemekaran kecamatan Bebesen. Rabu, (31/5/2017).

Dengan membawa spanduk aksi massa ini menggelar orasi di depan kantor DPRK Aceh Tengah. Dalam orasinya perwakilan pendemo mengatakan tuntutan pemekaran kecamatan telah sejak 2005 sudah disuarakan namun hingga kini belum ada titik terang.
Hidayat salah seorang tokoh masyarakat Kemili yang ikut dalam aksi tersebut dalam orasinya di  meminta anggota dewan agar segera memekarkan kecamatan Bebesen.“Kami meminta Kecamatan Bebesen di mekarkan menjadi Kecamatan Kemili dan hal ini sudah kami perjuangkan semenjak tahun 2005 lalu. Namun sampai hari ini belum ada kejelasan,” teriak Hidayat.

Setelah berorasi, massa melakukan pertemuan  yang dipandu oleh Ketua Komisi A, Samsuddin dari Partai PDI-Perjuangan. Para pendemo merupakan perwakilan dari Kampung Kemili, Kampung Kala Kemili, Kampung Keramat Mupakat, Kampung Belang Kolak I dan Kampung Persiapan Belang Kolak Aseli.

Tuntutan pemekaran tersebut, kata mereka alasannya adalah untuk  peningkatan pelayanan pemerintahan yang lebih baik, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008 tentang Kecamatan, bahwa kecamatan baru bisa dibentuk apabila memenuhi tiga syarat, yaitu syarat administratif, teknis dan fisik kewilayahan.Selain itu, jika dikaitkan sengan aktivitas perekonomian dan ketersediaan sarana dan prasarana, usulan pemekaran kecamatan dianggap bermuara pada peningkatan pelayanan pemerintahan yang lebih baik terhadap masyarakat.

“Semua persyaratan sudah kami penuhi, dan hanya tinggal respon dari Legeslatif dan Eksekutif saja,” terang Subhan didampingi tokoh pemuda lain usai pertemuan.

Sementara itu, Ketua Komisi A, Samsuddin dalam pertemuan dengan para pendemo mengatakan, pihaknya dari DPRK terutama komisi A, akan mendorong pemekaran yang diusul oleh masyarakat desa Kemili. Ia berjanji akan membahas bersama anggota dewan yang lain dan selanjutnya akan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Akan kami pikirkan dan segera mendorong kawan-kawan lain berupaya secepat mungkin berkas-berkas untuk di kirim ke Banda Aceh, seperti pemekaran kecamatan lainya,” ungkap Samsuddin.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Samsuddin sebagai Ketua Komisi A, yang membidangi pemerintahan, aksi massa tersebut berakhir. Para pendemo membubarkan diri dengan tertib. “Kami akan kembali bila tuntutan kami tidak dihiraukan oleh lembaga terhormat ini,” (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE