Demi Keselamatan Ibu Melahirkan, Bidan Dilarang Lakukan Pertolongan Dirumah

Kepala Bidang Kesehatan  Keluarga Dinas Kesehatan Bene Meriah, Megawati Skm.

REDELONG-Meski kasus kematian ibu dan bayi tahun ini  menurun, Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah melalui Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Megawati Skm  Jumat (4/11) mengatakan, bidan diharuskan melakukan rujukan ke Polides, Pukesmas atu RSU untuk melakukan pertolongan persalinan.
“ Hal tersebut dilakukan karna tidak tersedianya peralatan yang dimiliki oleh bidan desa semenetara di polindes atau pukesmas peralatan tersebut sudah lengkap, dan bagi bidan yang melanggar akan kita diberikan sangsi yang tegas”  ungkap Megawati di dampingi Kasbidar Kasi KIA (kesehatan ibu dan anak) dan Giji.

Para bidan  diwajibkan melakukan rekam jejak dan mencatat kondisi pasien mulai berangkat dari rumah, hingga rujukan ke polindes, pukesmas atau Rumah Sakit agar tidak disalahkan. 

Ia mengatakan untuk kematian ibu melahirkan pada tahun sebelumnya relative tinggi begitu dengan kematian bayi “Kita terus berusaha untuk terus mengenjot angka tersebut dengan melakukan berbagai upaya seperti halnya melakukan sosialisasi, pelatihan terhadap bidan dan melakukan pendataan terhadap ibu yang sedang hamil sehingga pada waktu persalinan Pukesmas sudah mengantisifasi”ujarnya.

Untuk tahun 2016 ini terhitung dari bulan Januari-November kasus kematian ibu sebanyak 4 orang terjadi di Bener Meriah Sementara, untuk kematian bayi sebanyak 36 orang.  

Pada tahun 2015 kematian ibu mencapai 6 orang,dan bayi sebanyak 69 orang.”Selain itu, resiko tinggi bagi ibu melahirkan terjadi pada usia 20 tahun kebawah, dan melahirkan pada usia 35 tahun ke atas serta melahirkan lebih dari 3 kali persalinan”jelasnya.(Uri)

Komentar Anda
SHARE