Deklarasi Koalisi Fraksi Maju Bersama, “Kekuatan” Baru di DPRK Aceh Tengah?

TAKENGON: Geliat parlemen di Aceh Tengah mulai muncul usai pelantikan 30 anggota DPRK Aceh Tengah periode 2019-2024. Tujuh partai politik di dewan bentuk Koalisi yang dinamakan “Koalisi Fraksi Maju Bersama”.

Ketujuh partai politik ini, menggelar deklarasi koalisi yang berlangsung di sebuah cafe di kawasan Pegasing. Dihadiri oleh ketua dan pengurus partai politik dan anggota dewan yang bergabung dalam koalisi, Senin (2/9/2019).

Ketua Sekber Koalisi Fraksi Maju Bersama, Ikhsanuddin, ST usai deklarasi kepada awak media menerangkan koalisi ketujuh partai politik ini mempunyai komposisi 21 kursi dari 30 kursi yang ada di DPRK Aceh Tengah.

“PDIP lima kursi, Gerindra empat kursi, Golkar empat kursi, Demokrat tiga kursi, PKS dua kursi, PPP dua kursi dan Hanura satu kursi,” kata Ikhsan.

Ketua Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengatakan deklarasi koalisi telah ditandatangi oleh masing-masing ketua partai politik.

Dalam deklarasi ini, ditetapkan unsur pimpinan koalisi yakni, ketua, Ikhsanuddin dari PKS, Sekertaris, Kurniadi dari PDI P dan Bendahara, Hilmi dari Gerindra.

Bukan Pendukung atau Oposisi

Menarik dicermati, menurut Ikhsan Koalisi ini bukan pendukung ataupun oposisi bagi Pemerintah Aceh Tengah saat ini yang dipimpin Shabela Abubakar.

Sebagaimana diketahui, PDIP yang memperoleh kursi signifikan di dewan merupakan salah satu partai pengusung Shabela-Firdaus, juga ada dalam koalisi Fraksi Maju Bersama ini.

Mendukung atau tidak, sikap Koalisi Fraksi Maju Bersama akan sangat tergantung apa yang dibawa pihak eksekutif.

“Tergantung kontennya nanti. Kalau misalnya baik untuk kepentingan pembangunan di Aceh Tengah, untuk kepentingan masyarakat, tentu kita akan mendukung program pemerintah. Sebaliknya jika memang tidak sesuai dengan aturan, merugikan masyarakat, tentu koalisi ini juga akan berusaha menjadi oposisi,” ujar Ikhsan.

Artinya, jika apa yang dilakukan pemerintahan Shabela menguntungkan masyarakat, koalisi akan mendukung. Jika merugikan merugikan masyarakat koalisi akan mengkritisi.

Ditanya pemerintahan Shabela saat ini, Ikhsan menjawab menurutnya saat ini masih berjalan lancar.

“Memang ada pro-kontra, itu biasa dalam setiap kemimpinan, hampir disetiap kepemimpinan kita biasa melihat ada yang pro dan ada yang kontra. Masih di batas normalah”jawab Ikhsan.

Kekuatan” Baru di DPRK Aceh Tengah?

Dengan bergabungnya tujuh partai politik dengan 21 kursi, Koalisi Fraksi Maju Bersama menjadi mayoritas di dewan. “Kekuatan” baru yang diharapkan membawa perubahan Aceh Tengah lebih baik ke depan dengan peran wakil rakyat di DPRK.

Tujuan koalisi ini, kata Ikhsanudin adalah untuk lebih mempermudah pengambilan keputusan politik di parlemen. Harapannya bisa lebih mendorong dewan melahirkan produk-produk baru berupa qanun yang diperlukan oleh daerah. Mendorong peran lebih dari partai politik di parlemen, yang selama ini terkesan kurang berperan.

“Selama ini banyak qanun kita lihat masih dari eksekutif, dari legeslatif masih kurang. Harapannya dengan berkumpul seperti ini, ketika kita memunculkan sebuah qanun akan lebih mudah,” sebut Ikhsan.

Kata Ikhsan, ada dua hal utama yang akan didorong di parlemen, kelancaran pembahasan Tatib Dewan dan kelancaran penetapan Alat Kelengkapan Dewan di DPRK Aceh Tengah.

“Dulu pernah kejadian di legeslatif, pembahasan Tatib ini sangat panjang, sehingga molor ke pembahasan anggaran. Nah ini salah satu program kita untuk jangan sampai pembahasan Tatib ini memakan waktu yang lama, sehingga mengorbankan pengesahan anggaran yang diperlukan cepat”ungkapnya.

Begitu juga untuk kelengkapan dewan, katanya akan menjadi lancar ketika ketika memang sudah ada kesepahaman bersama.

“Jika partai berjalan masing-masing agak susah mengambil keputusan, kita lihat negara-negara maju, koalisi partainya memudahkan dalam mengambil keputusan, jadi diperlukan ada sebuah koalisi antar partai untuk mengefektikan dan mengefesienkan pengambilan keputusan” jelas Ikhsan. (Arsadi Laksamana)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!