Darjo Harapkan Petani Kopi Bener Meriah Aceh Tengah Bisa Menang  di Rimba dan Kota 

0

TAKENGON : Pelaksana tugas Bupati Kabupaten Bener Meriah mengharapkan petani kopi yang berada di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk kedepannya akan menang dirimba maupun  dikota. 

Hal tersebut disampaikan Drs. Hasanuddin Darjo, MM saat mendapat kehormatan membuka acara dialog kopi Gayo yang diselenggarakan oleh para seniman Gayo di Hotel Renggali Takengen, Aceh Tengah, Jum’at (22/11)

“Saat ini petani kopi yang berada didataran tinggi ini masih dalam tanda petik menang dirimba kalah dikota, hendaknya dengan adanya dialog kopi Gayo ini, petani kopi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah akan menang dirimba dan juga menang dikoota,”harap Darjo sembari mengatakan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Gayo.

Hasanuddin Darjo menambahkan,  mutiara merah yang suadah lama diatas pohan sudah berupah menjadi rupiah di dalam kantor, menjadi dolar di bermacam-macam bank, menjadi bermacam mata uang di belahan dunia ini, “kita berharap semua jenis mata uang tersebut akan hadir di bumi negeri diatas  awan ini kelak,”ujar Hasanuddin Darjo.

Dia melihat, dengan fungsi dan musikkalisasi kopi kali ini, tentunya akan memberikan inspirasi, memberikan dorongan kuat untuk para petani, “bagaimana petani kita bisa menjadi petani yang kuat, petani yang benar-benar bisa berusaha tani, oleh karena itu interpensi dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia ini dinantikan oleh petani kita,”kata Plt Bupati Bener Meriah itu.

Kita berharap ucap Darjo, dialog ini akan memberikan nur atau cahaya bagi petani Gayo. “Kopi yang hari ini menjadi kebanggan masyarakat gayo khususnya dan masyarkat Bener Meriah Aceh Tengah umumnya , kelak akan menjadi kebanggan Indonesia, dan kebangaan dunia. Kopi dan Kerawang Gayo harus menjadi identitas Kopi Gayo di seluruh dunia,”pinta Hasanuddin Darjo. 

Sebelumnya Ketua Dialog Kopi Gayo Ir. Fikar W.Eda dalam kesempatan itu menyampaikan, diaolog kopi Gayo ini adalah gagasan dari anak-anak Gayo, yang dikemas dalam bentuk November Kopi Gayo yang berlangsung selama satu bulan di Gayo.

“Launching pertama pada tanggal 6 Nopember 2016 oleh Plt Bupati Bener Meriah Drs. Hasanuddin Darjo, MM di Seladang coffee di Jalan Bener Meriah-Bireuen tepatnya di Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, kemudia hari ini tanggal 25 Nopember 2016 dialog kopi Gayo di Hotel Renggali Aceh Tengah, kegiatan dialog ini kami mendapat support dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. Kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan adalah karnaval kopi, pertunjukan seni kopi yang ada di kebun kopi dan pabrik kopi dan acara selainnya akan diadakan disejumlah tempat yang ada di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.”terang Fikar.

Dia menambahkan peserta dari acara tersebut adalah para petani kopi dari kedua kabupaten, pengiat-pengiat kopi Gayo yang didalamnya ada eksportir, pedagang, pengusahaa bubuk kopi  dan yanglainnya yang berkaitan dengan kopi Gayo. “Pada hari ini kami juga mengucapkan selamat datang kepada penyair yang hari ini hadir sebanyak 60 orang dari berbagai daerah di Indonesia ini, yang kehadirannya menggunakan dana sendiri, mereka hadir ke Tanoh Gayo ini khusus dalam rangka memeriahkan November Kopi Gayo, dan nantinya mereka akan menulis puisi tentang kopi Gayo. “Puisi-puisi yang bereka tulis nantinya akan di jadikan buku dengan judul kumpulan puisi kopi 1550 meter diatas permukaan laut. Selama ini kami melihat kopi hanya sebatas komoditi dagang dan komoditi perkebunan, dengan kegiatan ini kami ingin para seniman dan kreator- kreator kopi menempatkan kopi sebagai sumber komoditi tanpa batas,”harap Fikar.(Rel )

Komentar Anda
SHARE