Curi Kopi di Kampung Tirmiara Rusip, Polisi Hadiahi Timah Panas

  • Whatsapp
Polres Aceh Tengah saat menggelar konferensi pers dengan awak media (Photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Polisi hadiahi timah panas terhadap salah seorang dugaan pelaku pencurian kopi di Kampung Tirmiara Kecamatan Rusip Antara Kabupaten Aceh Tengah MD 22 tahun. Ia ditembak dibahagian kaki sebelah kanan.

Menurut keterangan Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Sandy Sinurat.S.IK didampingi Kasatreskrim Ahmad Arief Sanjaya,SH, MD ditembak lantaran saat dilakukan penangkapan ia melawan petugas kepolisian dengan menggunakan sebuah palu.

Read More

Palu itu kata Kapolres, sempat berlabuh dikening Kepala Kanit Reskrim Polsek Silihnara. Atas dasar itu petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menghadiahi tembakan ke arah kaki dan melumpuhkan MD.

Setelah dilumpuhkan, MD dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon untuk diberi pertolongan medis. Dari tangan tersangka pada saat itu petugas menyita satu (1) unit sepeda motor Jupiter MX untuk diamankan di Polres Aceh Tengah.

Sebelumnya kata Kapolres, pada tanggal 24 Desember 2020 tersangka MD 22 tahun, SH 24 tahun, RY 22 tahun dan MS 41 tahun melakukan pencurian dua buah mesin potong rumput , satu mesin gilingan kopi dan 15 kaleng kopi di Kampung Tirmiara Kecamatan Rusip tepatnya rumah Saharudin menggunakan mobil Calya warna putih.

Tersangka waktu itu kata Kapolres dilihat oleh istri Saharudin keluar dari rumah miliknya. “Kemudian korban meminta bantuan warga lainya untuk membantu mencari. Akhirnya korban dan warga lainya berhasil menangkap 3 pelaku diantaranya SH,RY dan MS di Kampung Simpang Dua Pilar, sedangkan MD pada saat itu berhasil melarikan diri,” kata Sandy Sinurat, Rabu 30 Desember 2020.

Lanjutnya lagi, Anggota Opsnal Polres Aceh Tengah dan Kanit Reskrim Polsek Silihnara melakukan penyisiran, MD sempat membawa kabur sepeda motor Jupiter MX dan dua unit Hand Phone pada saat melarikan diri.

Polisi mendapat informasi tersangka MD sedang bersembunyi di Celala Aceh Tengah. Disanalah kata Kapolres MD dihadiahi timah panas lantaran melawan petugas.

Atas perbuatanya itu tersangkan disangkakan pasal 363 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama sembilan (9) tahun.

Selain itu, Polisi juga merilis kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat ML34 tahun. Bermula kata Kapolres, hari Jum’at 24 Juli 2020 sekira pukul 20.00 Wib tersangka ML data kerumah korban Sri Wahyuni untuk meminjam mobil miliknya selama dua minggu dengan alasan ingin mengantar keluarga tersangka ke Bireun.

Hingga tanggal 03 Desember 2020 katanya, mobil Daihatsu tipe Xenia 1.3R warna hitam metalik BL 1483GC tak kunjung dikembalikan sehingga korban membuat aduan ke Polisi.

“Kami tahan pada 14 Desember 2020 sekira pukul 16.00 Wi oleh tim Opsnal Sat Reskrim untuk dimintai keterangan lebih lanjut, motif pelaku meminjam mobil untuk dijadikan jaminan hutang,” ungkap Sandy Sinurat.

Atas perbuatanya itu ML disangkakan pasal 378 Jo Pasal 372 KUHPidana tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat (4) tahun.

Kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan turut menimpa MBH 38 tahun, kata Kapolres, modus pelaku mengelabui korban JLA bertempat di Pabrik Kopi Kampung Blang Kekumur Celala dengan cara membeli biji kopi hijau, setelah biji Kopi itu dikuasai, pelaku MBH membawa kabur biji kopi milik korban.

“Modusnya masuk ke ATM berulang kali, sedangkan ATM nya posisi kosong, ia berdalih tidak bisa tarik tunai di ATM tersebut, setelah korban meminta untuk ditransfer , pelaku masuk ke mobil dan meninggalkan korban di ATM Pepayungen Angkup Silihnara,” ujarnya.

Pelaku menjual Kopi hasil curianya itu dengan keuntungan sebesar Rp5.300.000 dan uang itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Atas perbuatanya itu, pelaku disangkakan pasal 378 Jo Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama empat (4) tahun (KG31)

Related posts