Cucu Wartawan Pimpin Parkside Gayo Petro Hotel, Nadya “Dimana Langit Di Junjung, Disitu Bumi di Pijak”

General Manager Parkside Gayo, Nadya Anatassa berfoto bersama Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar. (foto-kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Nadya Anathassya begitu dirinya dipanggil. Wanita kelahiran Jakarta ini telah bergelut lama di dunia perhotelan. Merangkak dari bawah sebagai karyawan reseption terus muncul kepermukaan karena keinginan yang kuat untuk menekuni dunia perhotelan yang kian semarak saat ini.


Nadya sudah melang-lang buana untuk wilayah Indonesia, beberapa hotel berbintang telah pula membuatnya berdiri setegar karang untuk memenagemeni sebuah hotel.
Cucu dari mantan wartawan yang mempunyai seorang anak ini, baru pula bertugas di Hotel Berbintang Parkside Gayo Petro Hotel, Takengon. Dirinya tidak ragu ditunjuk sebagai General Manager (GM) yang dipercaya oleh Owner. Grup Parkside mempercayai Nadya sebagai GM tentu bukan tanpa alasan yang jelas.

Read More


Tentu ditunjuk Nadya karena sudah memiliki segudang pengalaman di dunia perhotelan. Pernah di salah satu Hotel Internasional di Bali,Jakarta,Medan hingga Aceh tepatnya di Kota Aceh Timur. Nadya menyampaikan kepada kru Kabargayo.com dengan gamblang terkait perjalananya di dunia perhotelan.


Ditunjuk sebagai GM Parkside Gayo Petro Hotel, Nadya sangat bersyukur bisa berada di tanah syurga ini. Menurutnya Gayo adalah sekeping tanah syurga yang terbuang ke bumi. Betapa tidak keindahan panoramanya membuat semua yang datang terkesima dengan gunung, alam serta keindahan Danau Lut Tawar Takengon.


“Alhamdulilah bisa berada di tanah Gayo ini. saya sangat suka berada dan menjadi warga Gayo saat ini,” kata Nadya penuh yakin akan mengerakan roda managemen Parkside.
Mengelola perhotelan menurut Nadya tidaklah mudah. GM harus bisa berdiri diantara dua sisi, antara lain berdiri antara Owner dan staf hotel. Semua dijalankan harus seimbang agar semua bisa berjalan dengan baik.


Nadya mengatakan, tugas GM bukan hanya menjual kamar, namun bagaimana bisa merangkul semua elemen termasuk lokal untuk bekerja sama serta publikasi.
Untuk sekelas Parkside saat ini masih harus terus dilakukan promo, walau sebagian masyarakat luar telah mengenal kehadiran Parkside. “Tidak hanya cukup dengan dikenal orang sebuah hotel, semua harus ber satu padu demikian juga dengan pelayanan dari semua sisi termasuk dapur,” jelas Nadya.


Kemudian menurut Nadya Sales Manager juga terus bergerak. Yang terpenting roda managemen Parkside bergerak dengan kemampuan yang ada dengan tidak melupakan keramah-tamahan pelayanan dan kwalitas dari menu yang disajikan.

GM Parkside Hotel Gayo, Nadya Anastassa menikmati panorama satu sudut pegunungan Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. (foto-istimewa)


Nadya berharap wabah corona segera berlalu, sehingga Aceh Tengah sebagai daerah kunjungan pariwisata bisa bergerak cepat untuk bangkit. Sebagai GM baru Nadya akan menjalin komunikasi dengan berbagai elemen termasuk para pekerja seni lokal.


“Kita akan rangkul seniman lokal untuk mengisi acara-acara yang nantinya kita lakukan di Parkside,” ungkap Nadya. Sejauh ini menurut Nadya dirinya akan memberdayakan karyawan tetap untuk kondisi pandemi saat ini. Karena begitu banyak pengeluaran, namun tamu belum begitu baik (berkunjung) saat ini.


Dalam menghadapi masa covid-19 seluruh karyawan sudah dilakukan vaksin. “Vaksin wajib untuk karyawan untuk kenyamanan tamu dan selalu prokes dalam melayani tamu,” ujar Nadya lagi.


Takengon menurut Nadya, kedepan akan menjadi wisata yang akan ramai dikunjungi kedepan. “Bisa mengalahkan Brastagi, Takengon dikenal oleh warga Medan untuk didatangi,” kata Nadya sambil mengatakan teman-temanya sesama GM sangat terkesima dengan alam Gayo yang cakep. (KG45)

Related posts