Cerita Nasir, Koordinator Penanganan “Mayat” Covid-19 di Aceh Tengah

  • Whatsapp
Simulasi pemulasaran mayat korban covid-19 di RS. Datu Beru berjalan dengan baik, pihak medis telah siap jika memang ada korban corona untuk ditangani . (foto-putra gayo)

Kabargayo.com, Takengon; Simulasi pemulasaran jenazah pasien terinveksi Covid-19 di Rumah Sakit Datu Beru Takengon, berjalan lancar. Acara tersebut langsung dipantau oleh Sekda Karimansyah, Kapolres AKBP Nono Suryanto, Dandim 0106 letkol Inf Valyan Tatyunis serta jajaran RS. Datu Beru.

Menurut Muhamamd Nasir, SKM sebagai koordinator pemulasaran, pihaknya sangat hati-hati dalam menjalankan simulasi. Baik setelah jenazah korban Covid-19 mulai dikeluarkan dari ruangan perawatan menuju ruangan mayat.

Jenazah menurut Nasir sudah terlebih dahulu diletakan dalam Isolation Camber, setelah itu dibawa keluar dari ruangan isolasi. Penanganannya sangat super hati-hati untuk menjaga kesehatan para medis yang barada di garis depan dalam penanganan mayat korban corona.

Menurut Nasir sampai di kamar mayat, jenazah langsung dibalut dengan mengunakan plastik yang tidak tembus atau rusak. Selanjutnya disemprot dengan mengunakan cairan klorin sebagai disinfektan.

Kemudian posisinya dalam peti dimiringkan ke kanan (kiblat-red) sesuai dengan agama masing-masing korban covid-19. “Semua yang kami lakukan sesuai dengan protap yang telah diberikan dari pusat dalam penanganan jenazah korban corona, jelas Nasir yang mengkoordinir beberapa anggota sambil mengatakan pihaknya sudah siap.

Muhamamad Nasir, SKM koordinator penanganan “mayat” Covid-19 di RS. Datu Beru Takengon (foto-ist)

Menurutnya tanggungjawab pihaknnya sampai jenazah siap dibawa ke lahan perkuburan. “Dalam situasi mentayamumkan jenazah pihaknya sangat ekstra hati-hati, artinya tidak bisa bersentuhan langsung dengan tubuh jenazah. “Kami upayakan tidak bersentuhan atau terkena air bila ada yang keluar dari tubuh korban covid-19,” terang Nasir, (21/4).

Dijelaskan Nasir, setelah dipakaikan kain kafan setelah dipalstikan sampai empat kali, selanjutnya dimasukan dalam kantong mayat dan baru ditaruhkan dalam peti yang di paku perdua senti meter.

“Begitu proses penanganan jenazah korban covid-19. Alhamdulilah dalam simulasi (RS Datu Beru) yang dipantau langsung petinggi daerah berjalan sukses, hingga dimasukan dalam Ambulance, selebihnya urusan tim lain,” tutur Nasir sebagai koordinator. (putra gayo)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts