Cerita Hamzah Usmindra berbagi Sayuran Hidroponik di Takengon

  • Whatsapp
Hamzah Usmindra SKM

Sehari jelang meugang puasa Ramadhan 1441 Hijriah, seorang pria berusia 36 tahun, membagi bagikan hasil panen perdana sayuran dari perkebunan hidroponik yang telah dibudidayakan olehnya. Berbagi sayuran langsung dipanen dari kebun hidroponik, diinformasikan kepada masyarakat yang berminat melalui akun facebook.  

Kabargayo.com, Takengon: Walau sayuran dibagikan hanya satu jenis, namun hasil panen sayuran Kangkung dari perkebunan milik salah seorang warga berdomisili di kampung Asir asir atas, Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, telah tersalurkan untuk 30 orang peminat sayuran yang datang dari segala penjuru ke kebun hidroponik ini.

Read More


Hamzah Usmindra SKM, tercatat sebagai pegawai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah yang bertugas di Puskesmas Pamar, adalah pemilik kebun hiroponik tersebut. Kepada wartawan saat wawancara Hamzah mengatakan, niatnya berbagi lantaran berperinsip bahwa Allah tidak akan mengurangi rezeki dimilikinya dan rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya akan selalu dilimpahkan keberkahan.


Suami dari Erna Zohara, A.Md.Keb, seorang tenaga honor di RSUD setempat itu menceritakan semua tidak terlepas berkat doa dukungan dan peran istri serta orang tua, juga suport dari rekan rekanya. Sehingga segala upaya yang telah dilakukan putra bungsu 5 bersaudara, anak dari bapak Rusdy Nosra ini pun bisa berakhir sesuai harapan.


Tenaga medis dan aktif sebagai pegiat sosial itu pun menjelaskan greenhouse hidroponik yang didirikan sejak pertengahan bulan Februari 2020, memiliki lahan dengan luas hanya 8 x 11 meter dibelakang pekarangan rumahnya, berkapasitas 2 bak tampung rakit apung hidroponik dan 2 kolam bioflok ikan Lele. Namun dengan izin Allah, diyakini olehnya akan mendapatkan penghasilan uang rata rata 3 sampai 5 juta rupiah per bulan.


Dengan sistem penanaman hidroponik seperti yang dimilikinya, Hamzah mengajak agar banyak masyarakat terutama kaum muda yang tertarik dan berminat mengembangkanya, sehingga dapat membantu perekonomian diri dan keluarga.


” Saya berharap akan banyak orang orang, terlebih kaum muda yang lebih kreatif membuka lapangan pekerjaan minimal bagi diri sendiri. Ditengah tengah polemik sulitnya mencari kerja saat ini, paling tidak mampu meringankan beban ekonomi orang tua atau keluarga. Sehingga banyak teman dan sahabat lainya yang menjadi pengusaha, walau kecil kecilan namun dapat meringankan tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di negeri ini,” ujarnya.


Dikisahkan Hamzah saat awal dalam pengerjaan greenhouse miliknya, pernah mengalami kegagalan yang terjadi pada bak tampung hidroponik. Namun dirinya tetap semangat dan optimis pekerjaan ini akan berhasil, walau saat itu banyak orang berkomentar nyinyir dan mencibir, karena membangun rumah kaca yang menghabiskan modal 20 jutaan. Acuh tak acuh dengan tanggapan orang lain, Hamzah terus mengembangkan proyeknya sebagai petani moderen.


Bekerja tanpa cangkul tapi bisa menghasilkan pundi pundi rupiah, sama halnya seperti yang dilakukan para petani pada umumnya. Lahan hidroponik menggunakan air sebagai media utama, diyakini Hamzah sebagai usaha berprospek menjanjikan. Kegiatan bertani hidroponik ini digelutinya usai menjalankan tugas di Puskesmas, Hamzah terus berinovasi walau hanya sebatas menanam sayuran.


Hal ini diinginkanya dapat menjadikan motivasi generasi muda lainya dan pengalamanya bisa dijadikan sebagai edukasi menuju hidup sehat.


” Saya ingin memberikan edukasi kepada teman dan sahabat serta seluruh masyarakat, agar tidak berdiam diri disela sela kesibukan. Kemudian sayuran yang saya tanam ini pun terbilang higienis, segar tanpa bahan kimia atau pestisida. Cocok untuk dikonsumsi dan secara tidak langsung dapat menjaga kesehatan dalam keluarga,” katanya, Rabu (22/04).


Hamzah pun berpesan dengan mengkonsumsi makanan dan sayur segar tanpa pestisida, dapat mencegah Stunting bagi anak anak dari mulai dalam kandungan sampai usia 1000 hari kelahiranya, bahkan dapat membantu Pemerintah baik pusat maupun daerah dan kabupaten. Karena prioritas Pemerintah untuk memberantas stunting demi masa depan rakyat Indonesia, sehingga tercipta anak anak yang cerdas, sehat dan berwibawa.


” Ketika badan sehat, maka jiwa juga akan ikut menjadi sehat,” tutur Hamzah akhiri wawancara kepada media.(Erwin Sp)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts