Catatan Setahun Kepemimpinan SHAFDA, Rakyat Gayo Menunggu Terobosan Baru

Oleh: Maharadi**

Hari ini, 28 Desember 2018, Bapak Drs. Shabela Abubakar dan H. Firdaus S,KM, setahun yang lalu resmi dilantik untuk memimpin Aceh Tengah sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Selama setahun perjalanan Bapak memimpin Aceh Tengah banyak terjadi dinamika di tengah masyarakat menanggapi berbagai kebijakan yang telah Bapak jalankan.

Saya, Maharadi, sebagai warga negara yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik sebagai salah satu pilar demokrasi yang dijamin oleh undang-undang, akan menyampaikan beberapa catatan setahun kepemimpinan Bapak Drs. Shabela Abubakar – H. Firdaus S.KM. Catatan ini sebagai bentuk kepedulian saya terhadap tanah kelahiran saya Gayo dan ruang partisipasi aktif saya sebagai warga negara dalam mengawal jalannya pemerintahan agar sesuai tujuan.

Dalam setahun ini, sejumlah janji kampanye Bapak untuk mewujudkan masyarakat Aceh Tengah yang damai, sehat, cerdas, religius, bermartabat, adil dan sejahtera belum terpenuhi secara signifikan. Sekedar mengingatkan, ada 16 program yang menjadi misi pemerintahan Bapak yang ditunggu rakyat Gayo untuk direalisasikan. Berikut beberapa point yang saya catat selama kepemimpinan Bapak setahun ini.

Pertama, saya ingin mengapresiasi pembatalan pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah senilai Rp. 2,5 miliar. Dengan keputusan itu semoga dana yang semula dianggarkan untuk mobil dinas, bisa digunakan untuk kepentingan rakyat yang lebih mendesak.

Kedua, dari sisi pembangunan infrastruktur, saya juga mengapresiasi sudah adanya ruang publik berupa taman kota. Meskipun dalam tahun ini, daerah terkendala dengan keterbatasan anggaran Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) senilai 120 miliar yang disebabkan adanya tarik ulur kepentingan 30 anggota DPRK Aceh Tengah.

Ketiga, selain apresiasi yang saya sampaikan di atas, saya juga ingin menyampaikan kritik berdasarkan kondisi yang saya temukan di lapangan. Saya menemukan beberapa proyek yang bersumber dari APBK tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada. Beberapa titik di pinggiran daerah terpencil berupa irigasi, pengerjaannya sangat memprihatinkan. Untuk itu kami memohon Bapak melakukan sidak terhadap pengerjaan proyek yang dilakukan pihak rekanan sehingga pengerjaannya tidak asal jadi dan merugikan masyarakat.

Keempat, tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih rendah. Menurut salah satu sumber, realisasi PAD masih 43,14 persen dari total target Rp. 183 miliar pada tengah tahun 2018, artinya capaian ini relatif masih rendah. Bapak sempat menunjukkan sikap pesimis untuk mencapai target PAD Aceh Tengah, padahal sumber alam tanah Gayo sangat kaya. Hasil bumi kita melimpah ruah. Selaku pimpinan warga Aceh Tengah, kami berharap Bapak optimis untuk terus mencari solusi dalam mencapai target PAD.

Kelima, saya menyoroti point ke 11 dari 16 program visi-misi Bapak yaitu memperjuangkan lisensi kopi Gayo untuk mendapat pengakuan dunia dan membuka pangsa pasar Nasional dan Internasional. Kopi menjadi andalan hidup warga Aceh Tengah sehingga membutuhkan tindakan kongkrit untuk mengembangkan kualitasnya dari hulu ke hilir melalui program-program pemerintah dan program membagi lahan kepada setiap kepala keluarga yang baru menikah. Masyarakat tentu berharap pemerintah serius menangani kopi Gayo sebagai urat nadi kehidupan kami.

Keenam, sesuai dengan motto kampanye Shafda setahun yang lalu yakni Gerakan Perubahan yang berlandaskan pada lima pilar, saya berharap Bapak lebih cepat melakukan perubahan di Aceh Tengah dan tidak hanya melakukan rutinitas yang minim gagasan sehingga perubahan tidak terlihat signifikan. Masyarakat membutuhkan terobosan-terobosan baru yang bisa menaikkan taraf hidup sekaligus bisa dikenang saat kepemimpinan Bapak berakhir nanti.

Akhir kata, sebagai bupati, Bapak adalah pemimpin wilayah dan pemimpin warga tanah Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Melalui kebijakan Bapak, nasib wilayah dan nasib ratusan warga tanah Gayo bergantung. Saya berharap Bapak memiliki jiwa kepemimpinan yang transformatif, berintegritas, mampu berkomunikasi dengan baik dan terus melakukan inovasi. Saya percaya Bapak akan berpihak pada rakyat, seperti juga saya percaya bahwa “suara rakyat adalah suara Tuhan.”

** Penulis adalah Koordinator Jangko, Putra Gayo, Petani Kopi.

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!