Capaian Target PAD Bener Meriah Masih Jauh dari Harapan

REDELONG : Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kabupaten Bener Meriah menjadi sorotan serius bagi kalangan Legislatif ( DPRK) setempat, hal tersebut bukan tidak beralasan, pasalnya beberapa Satuan Kerja Perangkat Kabupaten ( SKPK) di jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah tidak dapat memenuhi capaian PAD yang telah ditargetkan.

Tahun 2017 Kabupaten Bener Meriah, menargetkan 62 persen PAD nya secara global atau sekitar 82 milyar dari serapan anggaran yang tersedia. Namun dalam perjalanannya beberapa SKPK yang berpotensi dapat mencapai target PAD yang telah ditetapkan dalam DIPA instansi masing-masing malah kelabakan untuk memenuhi capaian PAD yang telah ditargetkan bahkan ada yang tidak mampu memenuhi target tersebut.

Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Lingkungan Hidup, Kesehatan, RSUD dan beberapa dinas lainnya yang paling disoroti pihak legislatif disaat hari kedua sidang nota perhitungan anggaran tahun 2017 yang digelar di Aula sidang DPRK Setempat. Selasa 31 Juli 2018.

Safri Kharuddin, salah satu anggota DPRK Bener Meriah dalam sidang nota perhitungan itu yang paling getol menanyakan alasan dinas yang disebutkan diatas tidak mampu memenuhi capaian target PAD, bahkan dia menilai kepala SKPK kurang serius meningkatkan PAD.

Menurutnya Safri, pihak eksekutif cukup ” bobrok” karena ada kepala dinas tidak mengetahui target PAD pada DPA instansinya, berarti koordinasi dan komunikasinya tidak bagus akibatnya perubahan peningkatan PAD terjadi tidak singkron.

” Sangat disayangkan SKPK hanya mampu menyerap 15-20 persen saja PAD “sebutnya.

Safri berharap, pihak eksekutif mengevaluasi agar PAD Bener Meriah dapat meningkatkan setiap tahunnya. Hal senada juga disampaikan Jawahir Putra anggota DPRK menurutnya, lagi lagi serapan PAD tidak tercapai dan kita melihat ini sangat minis. Ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut beberapa Kepala Dinas memberikan tanggapan, Ahmad Ready salah satunya Plt Dinas lingkungan hidup, menurutnya ada beberapa sumber PAD di dinasnya telah mencapai 100 persen PAD.

Begitu saya ditunjuk Pimpinan menjadi Plt dinas Lingkungan hidup, saat itu PAD yang dihasilkan masih nol. Tetapi setelah saya jalani PAD dari sumber sewa alat berat dari target 150 juta telah kita penuhi dan telah distor ke kas daerah, namun memang ada beberapa sumber yang tidak dapat kita penuhi karena adanya peningkatan target yang signifikan.

Sementara menurut Plt Dinas Pertanian Darmansyah, tidak dapat terpenuhi target PAD karena terlalu berat dibebani dinas tersebut. Hal itu juga karena ada perubahan dalam peningkatan PAD, sedangkan dari sumber penghasilan PAD di instansinya mengalami penurunan.

Sedangkan menurut Sekda Bener Meriah Ismarisiska, pendapatan itu berdasarkan PAD, jika pendapatan meningkat maka PAD juga meningkat. Akibatnya dalam perjalanan ada rasionalisasi kebijakan yang di ambil wakil Bupati saat itu dan Plt Bupati sekarang ini dimana dalam meningkatkan PAD digenjot beberapa Instansi pada bulan september yang lalu.

” Dalam meningkatkan PAD Plt Bupati ketika itu wakil Bupati mengenjot beberapa SKPK untuk meningkatkan PAD dengan memanfaatkan semaksimal mungkin sumber pendapatan SKPK ” sebut Sekda Bener Meriah.

Namun persoalannya seperti di dinas lingkungan hidup, Plt kepala dinasnya baru dilantik pada bulan Agustus mungkin saat diundang dalam pembahasan penikatan PAD mungkin sedang tugas luar sehingga terjadi miskomunikasi dan dia masih mengacu pada DIPA yang sebelum perubahan itu. Tegas Ismarissiska. (Gona )

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!