“Cangkul Padang” Dalam Incaran “Pembubaran” Diduga Merusak Endemik Lokal

“Cangkul Padang” beraksi ditengah malam diduga “menghabiskan” semua jenis ikan baik besar dan kecil, sehingga dikhawatirkan membunuh Ikan endemik lokal. (foto-kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Kiranya pemerintah daerah sudah bisa menghentikan keberadaan jenis penangkap ikan di danau bernama “Cangkul Padang”. Dimana kian hari kian merajalela menangkap ikan di Danau Lut Tawar.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perikanan Aceh Tengah, Iwan Ernis menyampaikan jumlahnya saat ini semakin masif alias banyak.

Read More

Hasil yang ditangkap juga di luar kapasitas tangkap di danau Lut Tawar. Sehingga jika terus dibiarkan ikan endemik Danau Lut Tawar terancam punah.

“Hasil yang ditangkap atau produksi yang mereka hasilkan sudah di luar kapasitas tangkap di danau kita. Itu sudah dihitung daya dukungnya, dan jenis ikan yang tertangkap pun sudah melebihi tiga jenis. Sementara dalam aturan FAO (Organisasi pangan dan pertanian, dibawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa) bahwa alat tangkap yang melebihi tiga jenis adalah merusak,” ungkapnya, (24/9).

Pemerintah, katanya telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan cangkul padang.

Sebelumnya juga telah dikeluarkan Peraturan Daerah (Perda) atau Qanun Nomor 5 tahun 1999 tentang pengelolaan sumber daya ikan di danau Luttawar. Salah satunya diatur tentang alat tangkap dengan penggunaan mata jaring yang tertentu.

“Kalau enggak salah lima per delapan yang bisa digunakan untuk alat tangkap di danau Lut Tawar,” timpalnya lagi.

Dengan aturan yang ada, diakui Iwan Ernis, sudah dapat dilakukan penindakan. Akan tetapi Dinas Perikanan memberikan tenggat waktu untuk melakukan pembongkaran.

“Kita beri tenggat waktu selama enam bulan kedepan,” demikian Kadis Perikanan. (KG45)

Related posts