Bupati Shabela: “Tidak Ada Yang Pengaruhi Kebijakan Saya”

TAKENGON: Rapat Kerja di gedung Dewan Perrwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Sabtu (23/6) berjalan alot. Betapa tidak beberapa anggota Legeslatif daerah dingin itu mulai panas padahal suasana masih dalam “selimutan” Idul Fitri 1439 Hijriah.

Dalam rapat kerja yang dihadiri Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, wakil bupati Firdaus SKM serta tiga pimpinan DPRK serta dua puluh tiga anggota juga para asisten dan beberapa kepala dinas.

Ansari Syarifuddin Naldin sebagai pimpinan rapat membuka dengan mukadimah yang tidak terlalu lama. Selanjutnya dipersilakan kepada nggota DPRK untuk “mengeluarkan” keluh kesahnya dihadapan bupati dan wakil.

Ada beberapa hal yang menarik dan menonjol dari “kritikan” atau pertanyaan para wakil rakyat pertama terkait dengan adanya 73 aparatur sipil dari berbagai golongan kepangkatan yang memilih pindah ke Aceh Tengah. Lain itu terkait dengan belum dilakukanya tender proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 85 milliar.

Bupati Shabela menangapi pertanyaan anggota DPRK langsung angkat bicara, terkait dengan 73 pegawai ASN yang pindah dari Bener Meriah ke Aceh Tengah dan diterima karena alasan kemanusiaan. “Kita menerima mereka karena alasan kemanusiaan,” ucap Shabela Abubakar dengan nada datar.

Selanjutnya untuk DAK yang belum di tender masih dalam persiapan pelaksanaan tender, “Dalam dua pekan ini semua paket dari dana DAK akan segera luncur,” ungkap Shabela lagi.

Lain itu, Yurmiza Putra dalam rapat kerja mengungkapkan adanya isu anggota DPRK yang meminta proyek ke bupati. Hal ini sudah mencoreng lembaga terhormat ini di mata masyarakat dan menjadi pembicaraan di warung-warung.

“Tidak ada satu alasan apapun anggota DPRK meminta proyek ke bupati. Yang mempunyai dan bermain proyek itu adalah pengusaha,” buka Yurmiza Putra dengan blak-blakan.

Yurmiza juga meminta kepada bupati agar bersikap tegas, jangan dibingungkan oleh dorongan-dorongan dari pihak lain yang tidak punya wewenang dalam pemerintahan.

“Saya berharap bupati tegas dalam menjalankan roda pemerintahan, jangan mau di bingungkan oleh desakan-desakan dari pihak lain,” kata Yurmiza Putra sambil mengatakan sekarang berkembang partai pengusung mempengaruhi kebijakan bupati.

Bupati Shabela Abubakar dalam menjawab pertanyaan dari Yurmiza Putra, mengatakan tidak ada partai pengusung yang mempengaruhi kebijakanya. “Tidak ada partai pengusung yang mempengaruhi kebijakan saya, pemerintah ini sepenuhnya saya kelola dengan baik. Saya selalu berkoordinasi dengan wakil untuk melahirkan satu kebijakan serta keputusan,” tegas Shabela.

Rapat kerja sempat di skor 1 jam oleh pimpinan rapat, karena banyaknya pertanyaan dari anggota DPRK yang tidak seharusnya disampaikan dalam rapat kerja terbuka tersebut. (Putra Gayo )

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!