Bupati Shabela Sidak Agen dan Pangkalan Gas Elpiji

TAKENGON: Terkait kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar didampingi Kapolres Aceh Tengah dan pejabat terkait lakukan Sidak ke sejumlah Agen dan Pangkalan di Takengon, Selasa, (9/1/2018),

Melonjaknya harga gas Elpiji  Tiga Kilogram akibat kelangkaan gas elpiji tiga Kilogram bahkan  harganya sempat melonjak hingga Rp 48.000, terutama di Kecamatan Linge dan Kecamatan Jagong begitu juga di kecamatan-kecamatan lainnya telah meresahkan masyarakat. Kenaikan harga ini tentu sangat merugikan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu.

Saat Sidak ke Agen Pertamina untuk gas Elpiji PT. Muhammad Djamil Idris, Bupati Shabela menanyakan terkait kenaikan harga tersebut, Zulfikar  selaku Pengurus Agen Elpiji PT. Muhammad Djamil Idris tersebut mengatakan pihaknya tidak mengetahui melonjaknya harga, pihaknya  hanya menyalurkan gas ke pangkalan dengan harga Rp17.000 sementara untuk tingkat Pangkalan menjual dengan harga Rp 20.000.

Sementara untuk tingkat pengecer, kata Zulfikar pihaknya tidak mengetahui karena yang berhubungan secara langsung dengan pengecer adalah pihak Pangkalan.

Bupati Shabela meminta kepada Pihak Agen gas Elpiji tersebut untuk memberikan sangsi tegas kepada Pangkalan-pangkalan yang “kongkalikong” dengan pengecer demi mendapatkan keuntungan dengan cara curang dan merugikan masyarakat.

Sementara itu saat ditanya wartawan, orang nomor satu di Aceh Tengah ini mengatakan dari hasil Sidak yang ia lakukan penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram disebabkan oleh karena kurangnya pengawasan pangkalan terhadap pengecer-pengecer ini membuat terjadi kenaikan harga dan mengsengsarakan rakyat”kata Shabela.

Penyebab lainnya, tidak adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Aceh Tengah, Shabela mengajak para pengusaha di Aceh Tengah untuk membuka  SPBE untuk membantu ketersedian gas Elpiji bagi masyarakat, terutama gas Elpiji tiga kilogram.

“Kita  juga akan berusaha membangun SPBE di Aceh Tengah untuk membantu masyarakat dalam ketersedian gas Elpiji bersubsidi, Selain itu juga akan meminta pihak kepolisian untuk menindak para para pengecer gas Elpiji yang melebihi harga yang telah ditentukan” jelas Shabela.(Arsadi Laksamana)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!