Bupati Shabela : Saya Akan “Buka” Terkait Jual-Beli Aset Budi Luhur

TAKENGON: Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar “menyahuti” permintaan Ir. Tagore Abubakar anggota DPR-RI Komisi IV, terkait dengan pengembalian dana pembelian tanah Panti Asuhan Budi Luhur. Dan menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan DPRK setempat.

Menurut Shabela dirinya juga tengah mencari jalan agar “masalah” penjualan aset Panti Asuhan Budi Luhur menjadi kelar dan tidak lagi berpolemik di masyarakat. Selama ini masih saja ada yang membicarakan terkait dengan jual-beli yang dilakukan pemerintah terdahulu dengan pihak perbankan yang ada di Aceh Tengah.

“Saya sering menerima telepon dari kawan-kwan yang ada di luar Aceh, agar menyelesaikan kasus jual beli aset budi luhur yang telah berpindah tangan ke salah satu perbankan. Kawan-kawan meminta pemerintah sekarang agar mengembalikan dana ke anak yatim,” kata Shabela, (12/11/2018) melalui saluran telepon yang tengah mengikuti pembekalan bupati di Jakarta.

Lain itu menurut Shabela, atas permintaan Tagore, Anggota DPR RI, asal Gayo, dirinya juga akan mencari waktu untuk sesegera mungkin membicarakan hal tersebut dengan pimpinan tertinggi Bank Aceh di Banda Aceh.

“Saya akan membicarakan hal tersebut dengan pihak Bank Aceh nanti. Saya sedang mencari waktu yang pas, karena ini terus menjadi pembicaraan masyarakat, sebelum rapat pemegang saham akan saya sampaikan,” jelas Shabela Abubakar.

Selanjutnya menurut mantan Camat Silih Nara itu, dirinya nanti juga akan berkoordinasi dengan anggota DPRK Aceh Tengah membicarakan hal yang sama. “Ini harus dibahas dengan semua Stekholder yang ada di Aceh Tengah, biar semua kelar tanpa ada masalah,” tegas Shabela Abubakar dan berharap DPRK harus setuju walau nanti sepakat mengembalikan dana ke Panti Asuhan.

Ditanya nilai pasti terkait dengan penjualan aset Budi Luhur ke Bank Aceh, Shabela tidak berani mengira-ngira. “Saya belum bisa memastikan berapa nilai sesungguhnya, biar nanti setelah berjumpa dengan pimpinan tertingi Bank Aceh semua akan terbuka,” ujar Shabela.

Sekedar mengingatkan kembali, aset panti asuhan Budi Luhur “dijual” oleh pemerintah sebelumnya dengan dalil penyertaan modal pemkab di Bank Aceh dengan nilai yang sebut-sebut, senilai Rp 8 Miliar lebih. (Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!