Bupati Shabela “Lepas” Kopi Gayo ke Empat Negara

  • Whatsapp
Seetelah melepas Kopi Gayo ke Empat Negara, Bupati Shabela Abubakar memegang bendera tujuan bersama undangan. (foto-kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon:  Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar beberapa hari lalu melepas secara resmi ekspor kopi Gayo melalui Udara ke empat negara antara lain; London, Jepang, Malaysia serta Taiwan.

Pelepasan juga dihadiri segenap unsur forkopimda Aceh Tengah dan perangkat desa di Kecamatan Kute Panang serta sebagai tuan rumah Kelompok Tani Sara Tangke. Ketua kelompok Sara Tangke Jemalin mengatakan kegiatan ekspor melalui udara terbesar se-Aceh dan bahkan Se-Indonesia dengan muatan mencapai 1,4 ton.

Read More

Jemalin juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh Tengah yang telah membina kelompok tani Sara Tangke dan kedepans semoga terus bersinergi dengan warga tani kopi di Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, juga menyampaikan terimakasih dan rasa syukur atas ekspor yang dapat dilakukan dengan upaya bersama untuk memberdayakan petani kopi di Tanoh gayo yang tercinta ini. Dan Shabela mengucapkan rasa salutnya kepada kelompok Tani Sara Tangke yang mempu mengekspor kopi ke empat negara.

“Kami bangga dan rasa bersyukur atas keberhasilan kelompok Tani Sara Tangke bisa mengekspor kopi sehingga petani kopi bisa menikmati hasil ekspor itu sendiri,” kata Shabela Abubakar.

Disampaikan Shabela Abubakar juga, kopi Gayo selama ini juga sudah memenuhi kebutuhan orang-orang penikmat kopi hampir diseluruh dunia. Kopi Gayo selain memiliki rasa yang nikmat juga mempunyai berbagai rasa setelah kita seruput.

“Yakinkan anda tidak salah minum kopi. Kopi Gayo memiliki cita rasa yang khas dan kekuatan rasa yang susah kita lupakan. Rasa kopi Gayo akan melekat di lidah penikmatnya,” jelas Shabela Abubakar.

Dalam dua tahun terakhir karena pandemi, masyarakat petani Gayo sempat trauma dengan situasi dan terus berusaha bangkit dari pasar ekspor yang kurang bergairah, namun saat ini semua akan berbalik arah.

“Situasi sulit tentu tidak akan selalu begitu, dan akan berbalik menjadi normal,” kata Shabela Abubakar yang terus berharap situasi normal agar pemasaran kopi Gayo mendapat nilai tinggi di pasaran dunia. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts