Bupati Nasaruddin Tekankan Pentingnya Mencintai dan Mendalami Al Quran

REDELONG-Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM tekankan pentingnya untuk mencintai dan mendalami Al Quran di masyarakat, yaitu membaca,menghapal dan mengamalkan isi kandungan Al Quran, hal ini penting untuk menuju masyarakat yang religius, hal itu ia ungkapkan saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-32 tingkat Kabupaten yang dipusatkan di Kecamatan Ketol mulai 10 hingga 15 Oktober 2016. Senin (10/10/2016).


Pembukaan MTQ itu dibuka dengan ditandai pemukulan Beduk oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin didampingi oleh segenap unsur Forkopimda yang turut serta menandai dimulainya pelaksanaan MTQ.

Pelaksanaan MTQ kabupaten kali ini diikuti oleh 408 peserta dari 7 cabang yang dilombakan, mulai dari Tilawah, Hifzhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Tafsir Qur’an, Khatil Qur’an dan Menulis Makalah Al-Qur’an.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sendiri kata Nasaruddin dalam rangka memotivasi  kecintaan terhadap Al Quran, mendukung penuh pelaksanaan MTQ. Sejak 2015 lalu Pemda sudah memfasilitasi umroh pemenang MTQ keluarga dan penghafal Qur’an kategori dewasa dan remaja. Tahun lalu pemenangnya keluarga Hanifuddin. Ada lima orang satu keluarga, bahkan ada anak yang masih berusia 2,5 tahun, juga dibawa serta

 
Sedangkan, tahun ini jumlah pemenang MTQ keluarga dan kategori penilaian akan ditambah, selain MTQ keluarga dan penghafal Qur’an, kemampuan Reje (Kepala Kampung) dan Imam kampung dalam membaca Al-Qur’an masing-masing bersama istri juga akan diuji.

 Sedang untuk tahun ini diambil tiga keluarga terbaik. Kemudian penghafal Qur’an kategori dewasa dan remaja masing-masing putra dan putri, ditambah Reje dan imem kampung masing-masing bersama istri. Jadi bisa saja yang akan berangkat umroh  30 orang. Pelaksanaan MTQ keluarga, bagi imam kampung dan reje, adalah salah satu program Nasaruddin yang patut mendapatkan apresiasi. Program ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar dekat dan senantiasa mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

 Nasaruddin mengharapkan agar masyarakat dapat memaknai pelaksanaan MTQ sebagai upaya untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

“Pada akhirnya setiap masyarakat memiliki kewajiban untuk mengamalkan dan mendakwahkan Al-Qur’an sebagai syarat kebahagiaan Dunia dan kemenangan di Akhirat kelak,” demikian Nasaruddin. (Wien Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!