Bukan Hanya Sebagai Katalisator Ilmu Ilmu Bangku Sekolah

 Oleh: Ilhamsyah dan Muthia Kanza *
Guru adalah sosok yang tidak pernah lepas dari kehidupan setiap manusia. Selama hayat masih dikandung badan, guru akan selalu ada disekitar kita. Profesi yang satu ini memang eksistensinya kalah banyak dengan profesi keren lainnya seperti dokter, tentara, menteri, dan sebagainya. Dengan gaji sekian dan tempat kerja yang demikian, profesi ini sering dipandang sebelah mata. Namun sadarkah kita? Bahwa tanpa guru, profesi-profesi lain takkan pernah ada. Untuk itu, bagi seluruh guru maupun calon guru jangan pernah berkecil hati. Hilang guru, hilanglah martabat suatu bangsa.

Ya, SMA Negeri 2 Timang Gajah. Sekolah di atas awan ini, merupakan salah satu sekolah yang menjunjung tinggi akan rasa hormat kepada para gurunya, terlihat pada setiap harinya, para siswa akan menyalami dan mencium punggung tangan guru ketika selesai jam pelajaran, bahkan hal ini juga dilakukan di luar jam pelajaran apabila siswa berpapasan bertemu sang guru di luar kelas. Dan terlihat jelas rasa berterimakasihnya siswa dengan cara merayakan hari guru untuk setiap tahunnya.

Di Indonesia hari guru diperingati pada tanggal 25 November. Tujuan di peringatinya hari ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa dan meyakinkan bahwa keberlangsungan generasi di masa depan ditentukan oleh peran mereka.

Hari guru mewakili sebuah pemahaman dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dengan ikhlas serta mengamalkan ilmunya kepada para calon penerus bangsa.

Ada beberapa kriteria guru idaman yang dapat saya simpulkan dari survei dan diskusi sederhana selama beberapa hari terakhir:
1. Berpenampilan menarik
2. Humoris
3. Ramah dan murah senyum
4. Unik
5. Interaktif
6. Pengertian
7. Berwawasan luas dan Up to Date
8. Menginspirasi

“Ada belajar tidak semalam?”
Kalimat yang wajib keluar dari mulutnya saat jam pelajaran kimia akan dimulai, salah satu sosok guru SMA Negeri 2 Timang Gajah yang merupakan lulusan Fakultas FKIP Kimia Universitas Syiah Kuala ini pernah tercatat menjuarai Olimpiade guru kimia Kabupaten. Bener Meriah Tahun 2016. Wanita kelahiran pada tanggal 17 Oktober 1985 di Pulau Tiga, Aceh Tamiang ini memiliki nama lengkap Hj. Halimatus Sakdhiah, S.Pd yang menjadi salah satu tokoh guru idaman siswa.

Bu Halima merupakan sosok guru yang memiliki trik mengajar unik dan berbeda daripada guru lain pada umumnya. Ia memiliki cara agar siswanya akan tetap belajar dan mengulang pelajaran yang pernah ia berikan saat berada di luar sekolah.

Tak hanya itu, Ibu Halimah juga meluangkan waktu untuk membuat buku sebagai bahan ajar untuk siswa. Dengan keunikan dan keinteraktifanya ini membuat siswa menumbuhkan rasa percaya diri, berani dan membuat siswa lebih giat belajar.

Guru pada dasarnya adalah sebuah sintesa dari kalimat “digugu dan ditiru”. Kata-kata penuh filosofi tentang ilmu hidup. Sudah selayaknyalah guru tak sekedar menjadi penjembatan materi materi sekolahan. Namun lebih dari itu, gurulah orang tua kedua bagi siswa, dimana paling tidak seorang siswa akan menghabiskan lima jam dalam sehari bersama sang guru di institusi pendidikan.

Tak pelak, peran guru bagi kehidupan masa depan sang anak juga signifikan. Dan itu menjadi bukti nyata, bahwa filosofi guru bukan hanya sebagai katalisator ilmu ilmu bangku sekolah, namun lebih dari itu, filosofi sang guru, adalah seorang kreator masa depan, menanamkan idealisme, motivasi dan harapan untuk masa depan anak didiknya.SELAMAT HARI GURU Untuk SEMUA GURU DI INDONESIA…!

*Penulis merupakan Siswa-Siswi SMA Negeri 2 Timang Gajah

Komentar Anda
SHARE