Beredar Informasi Adanya Rekaman ” Pengakuan PPK Diintruksikan Perbanyak Syarat Dukungan Yang  MS” 

0

REDELONG : Menguaknya informasi terkait adanya rekaman tentang verifikasi faktual  syarat dukungan tahap perbaikan bagi Bapaslon Bupati jalur independen, rekaman yang diduga  berisi tentang pengakuan anggota PPK Kecamatan Pintu Rime Gayo. Dalam rekaman tersebut membahas tentang Komisioner KIP meminta PPK dan PPS lebih banyak membuat syarat dukungan  memenuhi syarat ( MS ). 

Dalam rapat pleno terbuka Verifikasi faktual syarat dukungan tahap perbaikan yang di laksanakan KIP Bener Meriah Jum’at ( 21/10/2016 ), di Mess Pemda setempat. Salah satu Bapaslon Bupati Riduan Qari sempat mempertanyakan Independensi KIP sebagai penyelenggara Pemilu,  Riduan Qari dalam kesempatan itu juga mengakui telah menerima informasi dalam bentuk rekaman terkait komunikasi keterlibatan oknum KIP  dalam upaya meluluskan syarat dukungan Bapaslon Bupati jalur independen.

Terkait betul atau tidaknya informasi dalam rekaman tersebut, Riduan Qari juga sempat meminta itu diselesaikan melalui jalur hukum agar demokrasi di Bener Meriah benar-benar berjalan.

Mukhtaruddin  Ketua KIP Baru Bener Meriah Angkat Bicara 

Kepada Kabargayo di ruang Sekretaris KIP Bener Meriah Minggu ( 23/10 ) Muktaruddin mengatakan itu tidak benar, bahkan ia membantah keras informasi terkait adanya permainan kecurangan dalam pelaksaanaan verifikasi faktual yang di laksanakan PPK dan PPS itu hanya miskomunikasi, ujar Muktaruddin.

Mukhtaruddin pada kesempatan itu memaparkan kronologis terjadi informasi yang di anggapnya menyesatkan itu,  terkait isu yang beredar di tengah-tengah masyarakat mengenai Komisioner KIP Bener Meriah  mengintruksikan kepada PPK dan PPS untuk meluluskan semua kandidat Bapaslon  Bupati independen Itu informasi bohong dan fitnah.

Menurut Muktaruddin, Mantan Ketua KIP Bener Meriah Iwan Kurnia memanggil Ketua dan Anggota PPK dari dua kecamatan di saat itu lah Iwan Kurnia merekam pembicaraan tersebut, dalam rekaman itu Marno,ST anggota PPK Kecamatan Pintu Rime mengatakan  Rosmanila  komisioner KIP Bener Meriah meminta tolong bantu agar  syarat dukungan Bapaslon Independen banyak Memenuhi Syarat (MS) dan jika KTP yang tidak memenuhi syarat ( TMS )  tidak akan dibayarkan oleh para Calon Kandidat bukan KIP, terangnya.

Menyikapi hal tersebut Muktarudin membantah keras dan mengatakan isu itu tidak benar, dan tidak berdasar ia menyebutkan kisruh itu bermula dari miskomunikasi Marno Anggota PPK Kecamtan Pintu Rime Gayo yang pada hari Jum’at 14 Oktober datang ke kantor KIP Bener Meriah untuk  menanyakan tentang formulir untuk di gunakan dalam verifikasi faktual.

Sebelumnya, Muktarudin menceritakan telah datang terlebih dahulu 3 anggota PPK Bukit dan kemudian datang ketua PPK Timang Gajah dan Gajah Putih Sujani, Riduansah serta dua orang anggota Panwaslih Bener Meriah Basuki dan Yusrin yang duduk di ruang tamu Komisioner dan berbicara dengan Hairun Minafi anggota PPK Bukit , yang menanyakan cara verifikasi faktual tahap dua.

Cara verifikasi faktual kedua  berbeda dengan yang pertama,  dalam verifikasi faktual tahap kedua ini bisa dilakukan mengumpulkan pendukung di suatu tempat  seperti halnya kantor Reje Kampung, untuk dilakukan verifikasi , atau PPS juga dapat melakukan verifikasi di tempat pendukung sesuai dengan permintaan tim penghubung, jelas Muktaruddin kepada PPK bahkan selaku ketua Pokja Pencalonan Muktar mengaku telah mengeluarkan pengumuman, dan komisioner KIP Rosmanila memberikn penjelasan terhadap PPK yang hadir pada saat itu. Ungkap Muktaruddin.

” Rosmanila menyampaikan tolong melakukan klarifikasi aktif dan benar sesuai dengan pengumuman dan aturan itu, oleh Marno kata Mukhtar, mengaris bawahi, kata “minta tolong” sehingga Marno menyampaikan kepada ketua PPK Kecamatan Pintu Rime Gayo dan anggota  serta PPS dan menyampaikan supaya melakukan verifikasi yang lebih banyak Memenuhi Syarat minimal 70-80%  kalau tidak insetif KTP tidak dibayar”.

Besaran insentif KTP Itu sebut Mukhtarudin untuk KTP calon Perorangan kabupaten sebesar Rp 1300/KTP yang dibayarkan oleh KIP mengunakan anggaran APBK, sedangkan untuk Calon Perorangan Gubernur sebesar Rp 3.000/ KTP dari anggaran Provinsi.

Selanjutnya Muktar menjelaskan keesokan harinya, Sabtu  (15/10) program program pokja pencalonan melakukan Supervisi kelapangan untuk faktual perbaikan yang dibagi sesuai wilayah Koordinator Lapangan ( Korlap )  dan Pintu Rime gayo merupakan Wilayah Korlap Iwan Kurnia, sebut Muktaruddin.

Muktaruddin menyebutkan, pada saat supervisi di lapangan yang dilakukan Iwan Kurnia dan dia mendengar dari Marno bahwa ada instruksi dari Rosmanila minta tolong agar lebih banyak dukungan KTP yang MS, lantas Iwan Kurnia mengumpulkan anggoata PPK Pintu Rime Gayo dan Bukit di rumahnya untuk meminta keterangan dan penjelasan terkait instruksi itu kemudian dia merekam keterangan dari PPK tersebut, kata Mukhtaruddin.

” Jika Iwan Kurnia  sebagai pemimpin KIP yang bijaksana seharusnya Iwan Kurnia ketika mendapat informasi tersebut terlebih dahulu menanyakan pada kami komisioner KIP terkait kebenaran mengenai  informasi yang tidak baik itu ” sebut Muktarrudin.

‌Terkait informasi yang di sampaikan Marno Kata Mukhtaruddin, Marno telah mengklarifikasi serta menyampaikan sikap perminta maafnya atas informasi yang menyesatkan atas kekhilafannnya menyampaikan informasi tersebut  kepada empat komesioner KIP Bener Meriah dengan menyertakan surat pernyataan yang di tanda tangani di atas materi.

Dalam surat pernyataan yang tertanggal 17 Oktober 2016. Marno mengakui salah menafsirkan ungkappan yang di sampaikan Rosmanila ” minta tolong ” dan juga pikirannya sedang dalam keadaan tidak setabil akibat orang tunya sedang di Ofname di Rumah Sakit.

Muktarudin selaku Ketua KIP berrharap kasus tersebut juga dapat ditindak lanjuti, melalui jalur hukum sehingga  masyarakat mendapat kejelasan apakah informasi itu benar  atau fitnah.” Sebab kita harus menjaga kepercayaan masyarakat sebagai penyelenggara. Jangan sampai informasi tersebut melemahkan lembaga KIP” ucap Muktar.

Sementara, saat di hubungi Marno anggota PPK , melalui via seluler membenarkan telah membuat surat pernyataan dan mengakui kesalahan persepsi  yang dilakukannya. ” Saya sudah mengklarifikasi kesalahan saya tersebut, dan juga saya telah membuat surat pernyataan minta maaf” terang Marno.  ( Gona ) 

Komentar Anda
SHARE