Berani Pakai Knalpot Racing Atau Blong, Berhadapan Dengan Polantas Aceh Tengah

  • Whatsapp
Satu pengendara sepeda motor yang lengkap surat menjyurat, namun “terhambat” karena knalpot blong harus mengantikan dengan knalpt asli. (Foto-Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Polisi Lalu lintas Polres Kabupaten Aceh Tengah melakukan razia terhadap pelanggar standar pengunaan knalpot sepeda motor, yang belakangan ini sangat menggangu ketertiban warga.

Menurut AKBP Sandy Sinurat, melalui Kasat Lantas AKP Yopie Artanta mengatakan, anggotanya telah bergerak untuk melakukan tindakan agar penguna knalpot racing atau blong untuk mematuhi aturan dan kalau tidak akan ditindak.

“Kita berharap masyarakat terutama anak muda, agar mematuhi aturan. Jika terus membandel akan kami ambil tindakan terhadap pengunaan knalpot yang membuat bising,” ujar Yopie Artanta.

Pengunaan knalpot blong menurut Yopie sangat menyalahi aturan yang bersuara bising, namun beberapa masyarakat terutama anak muda masih ada saja yang membandel. Dalam beberapa kali razia yang dilakukan pihak lantas, ada juga terjaring penguna knalpot blong.

“Itu kami tilang, lain itu kami persilakan untuk mengambil knalpot asli. Sejauh ini bentuk hukumanya masih ringan. Kita tetap sambil sosialisasi juga,” jelas Yopie sambil mengatakan disela-sela tilang kita sosialisasikan, (10/9).

Enggak ada ampun, surat tilang langsung ditulis dan diberikan kepada pemotor yang masih nekat memakai knalpot brong, bagi pelanggar.

Razia surat menyurat sepeda motor dan mobil didepan Mapolres Aceh Tengah berhasil menjaring puluhan sepeda motor “tanpa” surat kendaraan. (foto-Kabargayo)

Ditanya apa hukuman untuk pengguna knalpot blong. Yopie mengatakan penjara sampai denda. Dasar hukumnya ada pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Pasal 285 disebutkan knalpot laik jalan merupakan salah satu persyaratan teknis kendaraan dikemudikan di jalan.

Bunyi Pasal 285 Ayat (1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp.250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Standar tingkat kebisingan knalpot sudah ditentukan di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

“Semua sudah jelas, kita semua harus mematuhi aturan yang ada, kalau tidak berhadapan dengan hukum,” ujar Yopie Artanta. (KG45)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts