Belasan Hektar Kebun Warga Bener Meriah Terendam

  • Whatsapp
Sekda dan Anggota DPRK bener Meriah saat meninjau belasan Hektar kebun warga teremdam (Photo/Ist)

Kabargayo.com, Redelong: Belasan Hektar kebun  kopi milik warga di sepanjang jalan Kampung Wak hingga Kampung Kenawat, Kecamatan Bukit Bener Meriah terendam air luapan yang terjadi paska hujan deras  Kamis (12/11) sore sekira pukul 16: 46 wib.

Pristiwa tersebut terjadi akibat tidak tersedianya saluran air darainase sehingga air yang meluap dengan deras juga mengalir disepanjang jalan. Khawatir jalan yang baru dibangun tersebut kembali rusak.
 
Salah seorang pemilik kebun kopi yang terendam Sambahri (45) warga kampung wak Pondok sayur mengatakan, peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras yang menguyur di kawasan Lut Kucak dan pondok sayur.
 
Menurutnya, pristiwa serupa sering terjadi akibat tidak tersedianya saluran air sehingga mengakibatkan air meluap ke sepanjang jalan dan perkebunan warga serta merusak tanaman.
 
Ia menambahkan, air luapan tersebut berasal dari kawasan lut kucak dan diperparah akibat adanya pembangunan jalan menuju kawsan tempat wisata tersebut.

Read More

“Kami juga sudah sering sampaikan kepada pihak terkait untuk memperbaiki saluran drainase ini, tapi tidak pernah ditanggapi” ungkapnya.
 
Terpisah, salah soerang Anggota DPRK  Bener Meriah dari Partai Aceh Yuzmuha yang berada dilokasi kejadian mengaku, akan mendesak pemerintah daerah untuk segara membangun saluran air drainase supaya tidak menimbulkan kerugian yang besar.
 
Ia juga berharap, pemerintah melakukan reboisasi di kawasan objek wisata lut kucak.

“Pemanfaatan lahan terus dilakukan pemerintah daerah  untuk menggali wisata di lut kucak dan kita juga berharap wisata yang ada di kawasan hutan lindung tidak membawa dampak terhadap warga yang di hilir,” Ujarnya.
 
Munurutnya, banjir terjadi akibat tidak tersedianya resapan air  yang diperparah tidak tersedianya saluran drainase sehingga tiga desa menjadi dampak antara lain Kampung Wak Pondok Sayur Belang Arad dan Kenawat.
 
Yusmuha menamabahkan, selain perkebunan warga dan jalan, luapan air tersebut juga mencemari air bersih pamsimas untuk kampung kenawat redelong.

“air yang meluap kejalan dan perkebunan kopi tersebut langsung menuju kebun dan sumber air warga kampong kenawat” ungkapnya.
 
Pihaknya memperkirakan, air luapan tersebut juga menggenagi sepajang 600 meter  badan jalan yang baru di buat tahun lalu.

“Drainasenya sudah berada di atas jalan dan air juga sudah mengikis badan jalan tentu ini tidak bisa dibiarkan dan kita meminta untuk segera di kerjakan agar tidak berdampak ke perkebunan warga,” tegasnya.
 
Tidak tersedianya saluran air drainase  katanya, sudah menimbulkan efek terhadap badan jalan dan tanaman kopi serta  paliwija masyarakat.
 
Sementara itu sekda Kabupaten Bener Meriah Drs Haili Yoga,M.Si saat melakukan peninjauan menyampaikan agar segera menurunkan tim untuk membersihakan saluran air. “ Desa juga harus melakukan musyawarah agar masyarakt yang sudah melakukan penanaman kopi di bandan jalan dapat dapat di bersihkan” katanya.
 
Pihaknya juga mengaku, akan melihat hulu air tersebut. “ kita juga berharap masyarakat berpartisipasi melakukan musayawarah dengan reje kampung agar badan jalan dapat segera kita bersihkan sehingga ketika terjadi perluasan tidak ada kendala,” tegasnya. (KG78)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts