Bawang Putih dan Harapan Baru dari Kaki Gunung Ijen

BANYUWANGI: Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang masih diimpor. Hampir seluruh kebutuhan bawang putih belum bisa dipenuhi sendiri oleh Indonesia. Melihat kondisi tersebut, Menteri Pertanian bertekad mengurangi ketergantungan impor bawang putih. Harapan ini mulai terwujud saat komoditi ini mulai bisa ditanami di beberapa daerah, termasuk di Banyuwangi, Jawa Timur.

Akan halnya Banyuwangi, daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Blambangan ini melakukan gebrakan dengan melakukan panen perdana minggu lalu, tepatnya, 23 Maret 2018. Bawang putih tersebut ditanam pada 2 November 2017 di satu hamparan seluas 125 ha di Desa Taman Sari, Kecamatan Licin.

Panen perdana di kaki Gunung Ijen ini dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Amran berpesan bahwa sebaiknya penanaman bawang putih ini diperluas. Ia menantang Bupati untuk mampu melakukan penanaman hingga 10 ribu ha. “Jika Banyuwangi mampu melakukannya, maka akan sangat menyumbang pada pengurangan impor Indonesia. Jika 60 ribu ha saja bisa ditanami di seluruh Indonesia, maka selesailah impor tersebut,’ tantang Amran kepada Bupati dan pengusaha yang hadir.

Bupati merespon dengan berjanji memperluas wilayah tanam. Pengusaha bahkan menjawab akan mampu melakukan ekspor pada 2019. Jika memang Banyuwangi mampu melakukannya, maka daerah tersebut bisa menjadi produsen bawang putih terbesar di Indonesia. Mengingat banyak wilayah di sini yang cocok untuk bawang putih, dipadukan dengan etos kerja keras petaninya, layaklah Indonesia menumpukan harapan pada Banyuwangi. (REL)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!