Baru Diaspal, Retak dan Bergelombang, Warga Serempah Khawatir Longsor

TAKENGON-   Sebanyak 86 KK dari warga desa Serempah yang dihuni sekitar 320 jiwa, terancam terisolir dengan longsor yang terjadi di satu-satunya jalan yang menuju desa tersebut. 

Masyarakat desa Serempah yang di relokasi pasca Gempa Ketol 2 juli 2013, kecewa, jalan yang baru di bangun 2016 tidak bisa di nikmati secara layak.

Masyarakat yang berdomisili di Desa Serempah Kecamatan Ketol, saat ini merasa khawatir dengan longsornya akses jalan menuju desa mereka. Masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani, berharap agar jalan yang di kerjakan pada periode juli 2016 dan selesai pada bulan dsember 2016 tidak sia-sia. 

Kadir Salah seorang warga desa Serempah, memgatakam proyek jalan desa yang tahap pengerjaanya selesai pada akhir desember 2016 lalu, saat ini kondisi jalan tersebut sudah mulai rusak dan bergelombang. Bahkan menurut Kadir di salah satu titik jalan ada yang longsor pada median Bahu Jalan tersebut dan terancam putus, ia menduga bahwa pengerjaan proyek di kerjakan tidak sesuai RAB.

Keluhan senada juga di sampaikan oleh Selamat selaku Sekdes, sekaligus sebagai pejabat sementara kepala desa serempah, Selamat yang mewakili masyarakat di desanya, mengatakan bahwa jalan yang di bangun oleh pemerintah melalui BPBD, saat ini di duga jalan tersebut sudah rusak dengan beberapa bagian bergelombang dan pecah-pecah, serta di tambah dengan salah satu titik jalan yang nyaris putus karena tebing di bahu jalan amblas. 

Selamat juga menambahkan bahwa jalan tersebut baru 3 bulan selesai di kerjakan, dengan panjang sekitar 1,5 kilo meter dan lebar jalan 3 meter. Masyarakat di desanya merasa senang dengan adanya jalan tersebut, namun masyarakat juga merasa kecewa karena di khawatirkan jalan itu hanya bisa di nikmati sesaat oleh masyarakat desa Serempah. 

Sementara menurut keterangan dari salah seorang sumber di BPBD Aceh Tengah senin 6/3/2017, melalui Gusti Martarosa selaku PPTK yang mengawasi proyek pengerjaan “Rekontruksi jalan Bah-Serempah” yang di wawancara pihak media, menjelaskan bahwa jalan tersebut di bangun oleh BPBD dengan anggaran dari APBN, melalui Tender Proyek yang di menangkan oleh CV. Bicer Sara Ine, dengan Pagu Rp.1,8 miliyar dan dengan nilai kontrak Rp.1,7 miliyar. 

Gusti yang membenarkan bahwa kerusakan jalan yang baru selesai di kerjakan desember 2016, saat ini mengalami kerusakan fisik sebesar 30% dari total 1,5 km panjang jalan tersebut. Gusti mengatakan bahwa saat ini pekerjaan sudah di serah terima, namun proyek tersebut masih dalam tahap pemeliharaan selama 6 bulan sesuai ketentuan kontrak, dengan jaminan sebesar 5% /Rp.85 juta, dari total nilai kontrak proyek. (ErwinSp)      

Komentar Anda
SHARE