Bank Aceh Bener Meriah, Segera Lelang Biji Kopi Jatuh Tempo Sebanyak 14 Ton

  • Whatsapp
Fajar Rajasa Kepala Bank Aceh, Kabupaten Bener Meriah (Foto-Kabargayo)

Kabargayo.com, Bener Meriah; Akibat jatuh tempo, Bank Aceh Syariah Cabang Bener Meriah segera melakukan pelelangan 14 Ton Biji Kopi kering yang di simpan di resi Gudang Bener Meriah.

Hal tersebut disampaikan Kepala  Bank Aceh Syariah, Cabang Bener Meriah Fajar Rajasa Kepada Rakyat Aceh usai Rapat dengar Pendapat di Gedung DPRK Bener Meriah, Selasa (3/11).  

Disebutkanya, dari 34 ton kopi yang disimpan di resi gudang sebanyak 14 ton kopi sudah tidak lagi diperpanjang, sehingga harus dilakukan pelelangan akibat jatuh tempo. “Sebelumnya kita sudah meminta yang bersangkutan untuk memperpanjang namun tidak koperatif, sehingga hanya 20 ton kopi yang disimpan yang kita perpajang,” ungkapnya.

Hingga saat ini pihaknya mengaku, masih memberi keringan hingga pertengan bulan November nanti untuk segera diselesaikan. “Jika ini tidak segera diselesaikan kita khawatir begitu hasil panen selanjutnya nanti kita tidak basa keluarkan lagi,” ujarnya.

Disebutkanya, dari 14 ton biji kopi kering tersebut dimasukan oleh dua kelopok tani kopi masing-masing 7 ton dengan agaran Rp 600 juta. “Sebelumnya kita juga sudah mencari pembeli dengan harga yang sesuai untuk kopi tersebut sejumlah Rp 44.300 perkilo untuk menutupi pembiayaan sebelumnya,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku kasihan jika kopi tersebut segera dilelang sehingga pihaknya melacak pemilik kopi terbut agar mencari solusi hingga pertengan bulan November nanti. ”Setelah kami selusuri ternyata ada permaslahan antara pemilik kopi dan salah seorang pengusr resi gudang,” sebutnya.

Dijelaskanya, inisitif Kepala gudang terlalu berlebihan sehingga terlalu berspekulasi dan terjadi jual beli kopi antara mereka sehingga timbul utang piutang. “Kita juga berharap permasalah tersebut dapat segera diselesaikan sehingga pembiayaan untuk para petani dapat dijalakan lagi,” harapnya.

Sementara itu dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, pemilik kopi mengaku melakukan jual beli dengan salah seorang pengurus resi gudang Fardian seharga, Rp 58.000 perkilogram dan saat ini masih ada sisa uang senilai Rp 150 juta yang belum di bayarkan.

“Jika uang tersebut tidak di bayarkan, kopi tersebut akan kami ambil kembali sebab belum dibayarkan full kepada kami,” ungkap salah seorang pemilik.

Sementara itu Ferdian  mengakui adanya proses jual beli kopi tersebut untuk kepentingan laoucing resi gudang yang akan dilaksankan beberpa bulan lalu.

Menurutnya pihaknya  mengambil keputusan tersebut akibat adanya jaminan  dan perjanjian jual beli dengan PT Kartika Jaya Utama (KJU) namun saat ini pihak KJU sudah kabur dan tidak dapat dihubungi lagi.

Sementara itu anggota DPRK Bener Meriah Yusmaha,  dalam kesempatan tersebut menymapaikan, kesepakatan antara pemilik kopi dan pembeli tersebut tidak terkait dengan resi gudang dan bank aceh sehingga ia meminta Ferdian dan pemilik kopi untuk bermusyawarah bersama untuk penyelesaianya.

“Ini menyangkut utang piutang karena sudah terjadi jual beli sehingga kita tidak dapat masuk lebih jauh dan kita berharap hal ini dapat segera diselsaikan antara pemilik kopi dan pembeli,” tegasnya. (KG88)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts