Awal Tahun 2021, Ganja 24 Kilo Disita Polisi, Kapolres Aceh Tengah “Siapapun akan Kami Tindak”

  • Whatsapp
Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat didampingi Kasatnarkoba AKP Suarno dan Kasubag Humas Zain Hamid saat mengangkat barang bukti ganja (Photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Kepolisian Resort Aceh Tengah berhasil mengungkap peredaran ganja di Kabupaten berhawa sejuk itu, sebanyak 24 kilo ganja dari tiga pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat.S.IK didampingi Kasat Narkoba AKP Suarno.S.Sos mengatakan, ganja sebanyak 23 kilo disita dari tersangka MA lokasi di kampung Kebet Bebesen Aceh Tengah pada 4 Januari 2020 lalu.

Read More

Barang bukti yang berhasil diamankan dari MA adalah dua karung besar berisikan narkotika jenis ganja, satu buah karung Bulog didalamnya berisikan ganja, satu unit mobil Mitsubishi Triton warna hitam BL 8345 CL dan satu unit Handphone.

“Dari pengakuan tersangka MA, barang tersebut diperoleh dari seseorang kini berstatus DPO di Beutong Nagan Raya dengan harga Rp270 ribu perkilo dan total Rp6.750.000,” kata Sandy Sinurat, Kamis 07/01/2021 saat menggelar konferensi pers dengan awak media.

Atas perbuatannya itu, MA dijerat undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 111 ayat (2), dengan ancaman hukuman paling singkat enam (6) tahun sampai 20 tahun penjara.

Pelaku lainya kata Kapolres, MI, ia ditangkap pada 05 Januari 2021 di Blang Mancung Kecamatan Ketol Aceh Tengah, dari tangan tersangka berhasil disita satu paket diduga nartkotika jenis sabu dibungkus dengan plastik bening 0,2 gram, satu plastik kresek warna putih didalamnya ganja dengan berat 125 gram dan satu unit handphone.

Menurut keterangan tersangka terang Kapolres, barang narkotika golongan satu bukan jenis sabu itu diperoleh dari seseorang dengan harga Rp500 ribu pada 02 Januari 2021 di Paya Beuno Jeunib Bireun dan barang narkotika golongan satu jenis ganja dibeli dengan harga Rp50 ribu dari seseorang di Beutong Nagan Raya.

“Pelaku membeli narkotika jenis sabu dan ganja ini untuj dipergunakan sendiri,” katanya.

Atas perbuatanya itu, MA dijerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 114 Ayat (1) Jo 112 ayat (1) Jo 111 (1) ayat (1), ancaman hukuman paling singkat 4 tahun sampai 12 tahun.

Sementara itu, pelaku lainya I ditangkap polisi, ia diduga menyimpan tiga bungkus narkotika jenis ganja dibalut dengan kertas koran dengan berat 1500 gram.

Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo pasal 111 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ia terancam hukuman paling singkat 4 tahun sampai 12 tahun.

Menurut Kapolres, penangkapan 24 kilo ganja itu merupakan prestasi awal tahun 2021, dan penangkapan terbanyak selama dua tahun terakhir diwilayah hukum Aceh Tengah.

“Minimal kita sudah bisa memutus rantai peredaran narkoba dan menyelamatkan generasi emas di Aceh Tengah dari peredaran barang haram ini,” ujarnya.

Atas temuan itu, bisa diprediksi peredaran di Aceh Tengah semakin marak, ia mengajak Pemerintah dan semua stakeholder yang ada bersinergi untuk memerangi narkoba.

“Tidak boleh dibiarkan beredar di Aceh Tengah, kami tidak biarkan generasi penerus terpapar narkoba kita ingin generasi muda berprestasi tidak tergantung dengan narkoba, kami komit akan tindak semua pelaku narkoba,” kata Sandy tegas. (KG31)

Related posts