Antisipasi Virus Corona, Sekda Aceh Tengah: Jangan Menunggu Perintah Dulu Baru Kerja!

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Sekda Aceh Tengah, Karimansyah. I, SE., MM meminta kepada seluruh kepala SKPK untuk ikut dalam meredam kepanikan masyarakat dengan menggunakan jaringan masing-masing, dan menghindari pernyataan-pernyataan yang dapat memunculkan polemik ditengah-tengah masyarakat. Agar informasi valid dan satu pintu, penyampaian informasi harus dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk pada Tim yang akan ditetapkan melalui Keputusan Bupati.

Hal tersebut ia katakan dalam Rapat Koordinasi terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Aceh Tengah bertempat di Ruang Kerja Bupati Aceh Tengah, Selasa (17/03/2020). 

Read More

“Gugus Tugas harus bekerja fokus, ikhlas dan memiliki indikator yang jelas. Setiap nama-nama yang masuk dalam tim harus bertanggung jawab dengan tugasnya masing-masing. Jangan menunggu perintah dahulu baru kerja”, kata Karimansyah.

Dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung selama dua jam tersebut, menghasilkan beberapa point penting diantaanya yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah Membentuk Tim Gugus Tugas Pencegahan terkait virus corona, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tengah sebagai Leading Sector.

Dalam rapat ini juga di intruksikan kepada jajaran SKPK di Aceh Tengah, yakni:

Untuk Kepala Dinas Syariat Islam untuk dapat mengkoordinasikan kepada pengurus mesjid untuk menjaga dan melakukan pembersihan masjid serta dianjurkan untuk tidak membentang tikar atau karpet dan menghimbau jamaah untuk membawa sajadah masing-masing. 

Untuk Kepala Dinas Kesehatan dan RSU Datu Beru Takengon, harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dan menangani hal-hal yang tidak diinginkan, dan dapat melakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk kemungkinan penggunaan Bangunan Rumah Sakit Rujukan di Pegasing dapat dijadikan sebagai ruang rawat atau ruang isolasi.

Setiap SKPK harus menggunakan jejaring yang ada untuk melakukan penyebarluasan informasi kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat di pedesaan.

SKPK terkait harus sigap memantau perkembangan sembilan bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan, kelangkaan dan kenaikan harga.

Selain itu, objek Wisata harus di tutup untuk sementara waktu, dan tempat-tempat keramaian lainnya seperti cafe akan diatur kemudian.

Perjalanan dinas Pejabat dan Staf keluar daerah untuk sementara waktu tidak diperkenankan, pelayanan Publik tetap dilakukan, dengan mengedepankan prinsip keamanan dan antisipasi  

Kegiatan Rapat atau pertemuan yang menghadirkan orang banyak akan diatur dan dibatasi dan Akan dilakukan kajian mengenai pembagian kerja bagi ASN sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan penanggulangan Covid-19 ini. (Ars)

Related posts