Antisipasi Ancaman Bencana, Bur Pepanyi Gunung Ujen Ditanam Ribuan Pohon

  • Whatsapp
Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar saat meyerahkan bibit ke Kepala Desa Bukit Sama Kecamatan Kebayakan (photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Antisipasi ancaman bencana banjir dan longsor, empat desa yang ada di Paya Tumpi Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah dibantu Ormas, OKPdan LSM deklarasikan menanam ribuan pohon dilokasi banjir bandang Bur Pepanyi Gunung – Ujen yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ketua panitia Ernawati mengatakan, kegiatan tersebut turut disuport oleh Forum DAS Kreung Peusangan (FDKP) dan LSM lainy6a, untuk bibit yang akan ditanam kata dia, saat prosesi ceremoni sebanyk 1000 bibit.

Read More

‘Setelah kegiatan ini dimulai, selanjutnya kami kembali bergerak untuk melakukan penanaman, artinya bukan cuma hari ini saja dilakukan penanaman,” terang Ketua Komunitas Gayo Peduli Kemanusiaan (KGPK) itu, Kamis 17/12/2020.

Kepala kampung Paya Tumpi Baru Idrus mengaku, kegiatan penyelamatan bur pepanyi – gunung ujen itu sengaja digagas untuk menyelamatkan kampung yang ada diseputar lokasi sekaligus menyelamatkan secera keseluruhan di Kecamatan Kebayakan dari ancaman banjir bandang.

“Penanaman terus akan dilakukan, begitupun dengan perawatanya, harapan kita semua bibit yang ditanam ini hidup, sehingga lima tahun kedepan ada perubahan dan selamat dari bencana banjir bandang serta tanah longsor,” kata Idrus.

Untuk lokasi yang terdampak banjir kata dia, saat ini tidak lagi dibangun untuk lokasi hunian warga. BPBD Aceh Tengah merekomendasikan dijadikan sebagai lahan Hotspot forum penyelamatan dan tempat pembibitan terkait penanggulangan resiko bencana. ‘Mudah-mudahan ini bisa terwujud,” Harap Idrus.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar ditempat yang sama mengatakan, semangat untuk menghijaukan lokasi aliran banjir bandang beberapa waktu lalu itu tidak terputus, ia meminta setelah ditanam dilakukan pengawasan.

“Semangat itu tidak hanya putus hari ini, tetap dilakukan pengawasan, kontrol dari semua pihak sangat dibutuhkan, bila perlu aktifkan relawan desa terkait kegiatan ini. Hak pakai untuk hutan ini juga perlu dibahas, jangan lagi digunduli, Reje Bukit Sama harus ikut aktif mengawasi,” terang Bupati Shabela.

Ia berharap, gerakan serupa tumbuh didaerah-daerah yang rawan terjadi bencana banjir dan longsor. Gerakan seperti ini diharapkan terus menjalar, “Genap Si nge munge agih sibelem”,” pungkas Bupati. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts