Antara Impian Bener Meriah Hebat dan Kedisiplinan Pegawai

ilustrasi

Pegawai pemerintahan, baik ASN dan non ASN adalah pelayanan rakyat. Mereka digaji oleh rakyat. Segala fasilitas yang diberikan negara adalah dari uang rakyat. Karena digaji oleh rakyat maka pegawai pemerintahan punya kewajiban untuk melayani rakyat dengan baik.  Adalah sebuah kedurhakaan kepada rakyat, jika “jongos-jongos” masyarakat ini mengabaikan kewajibannya.

Pegawai pemerintahan sebagai aparatur negara bekerja untuk untuk rakyat. Artinya mereka harus benar-benar sebagai pelayanan publik. Jika tidak, maka akan mendapatkan sanksi sesuai aturan yang telah ditetapkan Undang-Undang. 

Read More

Baik buruk sebuah pemerintahan sangat ditentukan oleh kualitas para pegawai pemerintahan itu sendiri. Jika kinerja pegawainya baik, maka baiklah pemerintahan tersebut. Sebaliknya jika kinerja dan kedisiplinan pegawai buruk maka buruknya pemerintahan.

Begitu juga dengan pemerintahan Kabupaten Bener Meriah. Peningkatan pelayanan publik yang merupakan salah satu program yang dicanangkan Bupati  Tgk. H Sarkawi dalam visi misinya ditentukan para aparaturnya. Adalah sebuah kemustahilan,  seberlian dan setulus  apapun visi-misi  kepala daerah untuk membangun Bener Meriah untuk lebih baik, jika tak didukung pegawai yang disiplin, maka akan akan sulit terwujud.  

Miris, Fakta yang didapati saat Inspeksi Mendadak (Sidak) Bupati Sarkawi, pada Jumat (13/9/2019) ke sejumlah dinas di Bener Meriah telah menunjukan hal yang tak baik. Kenyataan ini mau tak mau harus menjadi perhatian serius tak hanya bagi Bupati Sarkawi tapi semua pihak.

Banyaknya pegawai yang tak hadir saat disidak Bupati Sarkawi sebenarnya, menggambarkan tingkat kedisiplinan dan mentalitas bahkan loyalitas pegawai pemerintahan Bener Meriah kepada  pimpinan daerah dan kesadaran sebagai aparatur pemerintah.

Rakyat Bener Meriah sebenarnya tak berharap banyak. Pelayanan publik yang baik, terutama untuk pelayanan dasar akan membuat publik puas terhadap kinerja pemerintah Bener Meriah. Dengan kedisiplinan pegawai yang selalu ada melayani masyarakat adalah sebuah prestasi pemerintah Bener Meriah dan akan diapresiasi masyarakat. Sebaliknya pelayanan publik yang tak baik akan menurunkan citra pemerintah Bener Meriah dimata rakyatnya.  

Meski tak bisa disamaratakan, tidak semua pegawai pemerintahan di Bener Meriah seperti itu. Harus diakui masih ada pegawai yang disiplin dan mempunyai kinerja yang baik atau benar-benar memang bekerja sebagai aparatur pemerintahan.

Namun, jika kita mau jujur  hasil Sidak yang dilakukan Bupati tersebut adalah “pil pahit” dan menjadi   preseden buruk bagi pemerintah Bener Meriah. Bupati harus menindak-lanjuti temuan ini secara tegas, agar tidak ada tudingan jika Sidak yang dilakukan hanyalah sekedar pencitraan tanpa  ada tindak lanjut.

Seperti kutipan Bupati Sarkawi dalam pemberitaan tentang Sidak, “Bagaimana Bener Meriah hebat kalau kehadiran (Kehadiran pegawai)  tidak seperti yang diharapkan”, para pegawai yang tidak disiplin ini harus ditindak tegas,sesuai dengan PP No 53 tahun 2010. Harus ada efek jera sehingga bisa menjadi contoh bagi pegawai lainnya.

Pemerintahan Sarkawi di sisa jabatan sebagai Bupati Bener Meriah, saat ini tengah gencar dikritik. Temuan hasil Sidak tentang kedisiplinan pegawai sebenarnya adalah kesempatan emas bagi Sarkawi untuk untuk menunjukan ‘keseriusan”  membenahi Bener Meriah untuk menjadi lebih baik. masyarakat akan mendukung jika demi perbaikan. Niat baik dengan tindakan nyata akan mendapat penghargaan  dari publik. Tidak mudah memang, namun dengan segala tantangan yang ada, kelak sejarah akan mencatat perubahan Bener Meriah yang dibuat  pemerintahan Sarkawi, semoga…

(Arsadi Laksamana)

Related posts