Aktivis Perempuan, Dua Kabupaten Demo DPRK

TAKENGON: Belasan aktifis perempuan dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mendatangi kantor DPRK setempat. Selain berorasi terkait “kandasnya” perjalanan Isnaini menjadi calon kepala kampung di salah satu Desa di Kecamatan Pegasing, aktvis perempuan itu juga menyerahkan petisi kepada Ketua Komisi A.

Petisi yang diberikan dalam bentuk satu buah “buku” dimana di setiap lembaran tertera ratusan tandatangan dari aktivis perempuan dari seluruh Aceh. Dimana isi petisi tersebut dukungan bersama gerakan perempuan Aceh terhadap Asnaini calon kepala kampung Desa Pegasing.

Adapun bunyi pertisi lebih lanjut, “Kami seluruh perempuan Aceh mendukung petisi ini serta mendesak pimpinan lembaga DPRK dan Bupati Aceh Tengah untuk memberikan kesempatan kepada Isnaini menjadi calon reje sesuai dengan peraturan,” bunyi petisi tersebut.

Setelah berorasi di tengah hujan rintik dihalaman gedung DPRK, perwakilan aktivis perempuan memberikan petisi kepada Yurmiza Putra Ketua Komisi A yang membidangi pemerintahan.

Tidk hanya itu, para pendemo juga diajak berdialog dengan para anggota DPRK didalam ruang persidangan dengan menghadirkan unsur pemerintah seperti, Asisten I, Mursid, selanjutnya Camat Pegasing, Muslim serta Kepala BPM Windi Darsa.

Ada yang aneh dirasakan Isnaini saat pemilihan reje (Kepala kampung-red), dirinya sebagai calon reje di “hempang” untuk maju, namun dibalik itu dirinya sebagai warga mendapatkan hak pilih.

Isnaini juga mantan reje perempuan di desa yang sama, merasa kecewa dengan keputusan aparatur desa yang tidak mengijinkan dirinya maju, dengan alasan tidak berdomisili di desa tersebut.

Yurmiza Ketua Komisi A, melihat ada kejangalan dalam proses pemilihan di desa tersebut. Isnaini yang maju sebagai calon tidak dibenarkan menjadi calon kepala kampung dengan alasan berdomisili di desa lain. Namun dalam hak pilih Isnaini mempunyai kartu pemilih.

“Ini ada yang aneh dalam aturan yang terjadi di desa tersebut. Saya ingin semua yang terlibat dalam pemilihan tersebut dihadirkan di gedung DPRK ini,” sebut Yurmiza Putra didampingi Salman, ST dari Komisi D, (5/12).

Salah seorang aktivis Ayu Muhady mengancam akan melaporkan hal mini ke gubernur Aceh, bila tidak ditangani baik oleh pemnerintah Aceh Tengah. Sampai berita ini diturunkan rapat antara anggota DPRK dan aktivis perempuan di Aceh Tengah masih berlanjut. (Putra Gayo)

Komentar Anda
SHARE