Aktivis Lingkungan Sorot Timbunan Danau Dilokasi Wisata Pedemun

  • Whatsapp
Objek wista Pedemun Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah (Photo/Kabargayo)

KABARGAYO.COM, Takengon; Aktivis lingkungan Gayo Rimba Bersatu Abrar Syarif sesalkan penimbunan Danau Lut Tawar didaerah Pedemun Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah.

Menurut Abrar, sepadan danau tidak diijinkan ditimbun untuk kepentingan pribadi dengan dalih dijadikan sebagai objek wisata. Terlebih saat ini, setiap tahunya 45 hektar luas Danau Lut Tawar menghilang.

Read More

“Kami sudah sering menyuarakan untuk tidak menimbun Danau Lut Tawar, karena perilaku ini bertentangan dengan Undang undang nomor 5 tahun 1990 tentang kekayaan dan keanekaragaman hayati, didalamnya termasuk Danau dan Sungai,” kata Abrar kepada Media ini, Minggu (12/07/2020) di Takengon.

Jika penimbunan Danau tidak dihentikan, ia khawatir seluruh pemilik objek wisata akan ikut-ikutan. “Kami sarankan kepada pemilik objek wisata, coba membuat ruang wisatanya dilebarkan keluar tidak kedalam Danau, kami khawatir, Biota Danau secara perlahan hilang, terumbu karang dasarnya akuatik berganti dengan batu-batu cadas timbunan sehingga menyulitkan ikan beradaptasi terutama endemik danau lut tawar (Ikan Depik),” pungkas Abrar.

Ia mengajak seluruh masyarakat, pemilik obejk wisata dan pemangku kebijakan, secara bersama menjaga dan melestarikan Danau Lut Tawar. “Mari berpikir untuk melestarikan danau, semua kita berhak menjaga itu, jangan sedikit-sedikit ditimbun dengan alasan memperindah spot photo,” kata Abrar.

“Semua kita pasti khawatir Danau ini akan tinggal kenangan jika tidak dijaga secara bersama, mulai tahun 2002 hingga 2012, luas bentangan danau berkurang 24 hektar, ini menurut penelitian dari pihak Unsiyah beberapa waktu yang lalu,” tambah Abrar mengutip pernyataan pihak dinas terkait, sembari berharap pihak dinas tidak tinggal diam. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts